Nggak Usah Panik! Ini Cara Menggunakan BPJS Kesehatan

cara menggunakan BPJS Kesehatan

Kamu Mau Tahu Apa kisah paling mengagetkan tahun 2025 buatku? Pas malam takbiran hari raya idul adha beberapa waktu lalu, aku dapat kabar bapakku kecelakaan di tempatnya bekerja sebagai tukang ojek pengkolan di Nabire sana.

Emang sih bapakku sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan (PBI) aktif. Nggak ada biaya yang harus keluar saat beliau menunjukkan KTPnya di Fasilitas Kesehatan Masyarakat.

Tapi, tetap saja. Aku kaget. Mana katanya jari kelingkingnya patah. Terus bapakku hanya minta dijahit saja. Lalu, adikku mengirimnya pulang ke Madura dengan kapal laut. Di mana butuh 5 hari perjalanan.

Singkat cerita, begitu sampai di Madura, jari kelingkingnya menghitam di ruas paling ujung sekitaran kuku. Anak mana yang nggak panik melihat kondisi bapaknya begitu coba?

Jangan Panik, Kamu Nggak Sendirian

Pas lihat ujung ruas jari kelingking bapakku yang menghitam, pikiranku kemana-mana. Terlebih aku mencium bau busuk di sana.

Aku langsung kepikiran, gimana ini? Kalau kubawa periksa dan harus operasi kira-kira habis biaya berapa ya? Bisa nggak ya pakai BPJS?

Saat itu, aku yakin pasti bisa sih. Tinggal bawa ke faskes pertama tempat asuransi kesehatan dari pemerintah milik bapakku terdaftar. Urusan selanjutnya terserah nanti saja.

Buat kalian yang sedang bingung tentang cara pakai BPJS Kesehatan untuk operasi setelah kecelakaan, artikel ini cocok untuk kalian jadikan referensi tambahan!

Apakah BPJS Kesehatan Bisa Digunakan untuk Kecelakaan?

syarat menggunakan BPJS Kesehatan
Catatan kecelakaan saat menggunakan BPJS Kesehatan

Jawabannya, bisa! Tapi memang ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dulu.

Baca juga:  Tips Mencapai Work-Life Balance

BPJS Kesehatan akan menanggung biaya pengobatan dan operasi akibat kecelakaan. Dengan catatan kecelakaannya bukan karena beberapa hal, sebagai berikut:

  • Kecelakaan kerja → Ini ranahnya BPJS Ketenagakerjaan.
  • Kelalaian sendiri yang disengaja, misalnya balapan liar atau mabuk-mabukan.
  • Sudah ditanggung pihak ketiga, seperti asuransi lain yang menanggung penuh.

Kalau kecelakaannya masuk kategori umum dan nggak ada penjamin lain, maka BPJS Kesehatan bisa kita gunakan untuk menanggung biaya tindakan medis, termasuk operasi.

Dalam kasus bapakku, kecelakaannya karena motornya tertabrak mobil. Selain itu, kami nggak punya asuransi lain yang menanggung biayanya. Jadilah, aku bisa memanfaatkan BPJS Kesehatan.

Cara Menggunakan BPJS Kesehatan untuk Operasi

Aku nggak menunggu waktu lama sih. Keesokan harinya, aku langsung mengantar bapakku ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama.

Meski agak deg-degan karena belum pernah menggunakan BPJS Kesehatan sebelumnya, ternyata prosesnya nggak serumit yang kita bayangkan, kok. Yuk, kita mulai dari yang paling dasar.

1. Cek Kepesertaan BPJS Kesehatan

Sebelum apa pun, pastikan status keanggotaan BPJS-nya aktif dulu. Kita bisa cek lewat beberapa cara, sebagai berikut:

  • Aplikasi Mobile JKN seperti yang kulakukan. Gimana caranya? Nanti akan kubuatkan di artikel yang lain ya!
  • Call center 165
  • Datang langsung ke faskes tingkat 1! Ini buat yang nggak mau repot ya. Kita tinggal datang saja dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) milik pasien.

Dalam hal ini, kami pergi ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Banyuates.

2. Konsultasi Medis di Faskes 1

Karena kondisi bapakku bukan yang gawat darurat, maka kami mengantri untuk pemeriksaan umum. Baru setelah dari pemeriksaan umum, kami diarahkan ke bagian perawatan luka.

Menurut dokter, ujung jari kelingking bapakku yang patah sudah mengalami nekrosis. Aku nggak tahu apa maksudnya. Yang bisa kutangkap hanya, ujung jari kelingking bapakku sudah busuk.

Penanganan yang tepat adalah dengan memotong jaringan yang busuk agar nggak merembet ke jaringan lainnya.

Berhubung bapakku sudah kubrief untuk menerima semua saran dari dokter untuk kebaikannya, maka bapakku menerimanya yang kuyakin dengan berat hati.

Baca juga:  Tips Mengatur Budget Traveling Bersama Keluarga

Kami pun mendapat surat rujukan ke Rumah Sakit Ketapang untuk mendapat penanganan operasi pengangkatan jaringan jari kelingking bapakku yang busuk.

Surat rujukannya berlaku untuk tiga bulan. Tapi, tetap saja. Aku mengantar bapakku ke rumah sakit Ketapang keesokan harinya agar segera mendapat penanganan lebih lanjut.

Itu kalau kondisinya nggak gawat darurat ya. Kalau kondisinya gawat darurat atau pasien langsung masuk IGD, biasanya akan langsung ditangani dulu (karena sifatnya darurat).

Setelah kondisi stabil, kita bisa minta surat rujukan lanjutan atau keterangan medis sebagai syarat administratif lanjutan.

3. Rujukan ke RS yang Kerja Sama dengan BPJS

Saat kondisi pasien gawat darurat, kemungkinan kita akan didampingi sama tim medis saat proses perpindahan ke rumah sakit rujukan.

Tapi, ketika kondisinya seperti bapakku yang nggak gawat darurat, maka kita akan melakukan perpindahan ke rumah sakit rujukan sendiri. Aku nggak masalah sama sekali.

Pastikan saja, kita sudah menyiapkan dokumen-dokumen yang akan dibutuhkan, seperti:

  • KTP
  • Kartu BPJS, baik fisik maupun digital.
  • Surat rujukan atau rencana tindakan medis dari dokter.

Nantinya akan ada rekam data pasien di lobi sebelum konsultasi dengan dokter bedah. Rekam data pasiennya meliputi data kependudukan dan sidik jari.

Setelah pemeriksaan dengan dokter bedah, bapakku pun mendapatkan jadwal operasi pengangkatan jaringan busuk di jari kelingkingnya.

Nggak terlalu rumit kok prosesnya. Lagipula, di rumah sakit rujukan pun sudah ada tim yang melayani pendaftaran BPJS Kesehatan online lho.

Hal-Hal yang Harus Kamu Waspadai saat Menggunakan BPJS Kesehatan

cara pakai BPJS Kesehatan
Hal yang harus diwaspadai saat menggunakan BPJS

Walaupun BPJS bisa sangat membantu dalam kondisi darurat seperti operasi pasca kecelakaan, ada beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan agar nggak terjebak dalam situasi yang bikin bingung atau malah bikin biaya jadi membengkak.

Ini beberapa hal yang perlu kita waspadai, antara lain:

  • Masuk RS non-BPJS dulu? Kalau RS tempatmu dibawa pertama kali nggak kerja sama dengan BPJS, ada kemungkinan biaya nggak bisa diklaim.
  • Nggak ada rujukan? Bisa jadi nggak ditanggung penuh. Oleh karena itu, prosedur rujukan penting banget.
  • Status BPJS nonaktif? Maka semua biaya akan dibebankan ke kita.
Baca juga:  Cara Cerdas Mengajarkan Anak Mengelola Keuangan Sejak Dini

Setelah selesai operasi, bapakku masih harus kontrol bekas jahitannya, termasuk melepas jahitan. Di kasus bapakku, Rumah Sakit Ketapang hanya memberikan jatah kontrol satu kali.

Padahal, saat kontrol itu, jahitannya belum dilepas. Bila aku maksa mengantar bapakku kontrol di rumah sakit tersebut, maka aku akan mengeluarkan biayanya.

Sehingga, aku memutuskan untuk melakukan perawatan luka pasca operasinya di fasket tingkat 1 yaitu puskesmas Banyuates. Toh, mereka juga punya bagian yang merawat luka kok.

Jadi, aku tetap bisa menggunakan BPJS Kesehatan.

Tips Supaya Proses Klaim BPJS Kesehatan Lancar

Sebelum kamu mengurus klaim BPJS, ada baiknya kamu tahu beberapa tips praktis supaya prosesnya berjalan lancar dan nggak bikin stres. Karena meskipun prosedur BPJS sudah cukup jelas, tetap saja bisa ada hambatan kalau kita nggak siap.

  • Simpan semua dokumen (KTP, kartu BPJS, surat keterangan dokter, dan lain) dengan rapi.
  • Tanyakan prosedur BPJS pada petugas RS sejak awal.
  • Gunakan aplikasi Mobile JKN untuk cek info dan status klaim.
  • Bayar iuran BPJS tepat waktu. Kalau perlu, aktifkan autodebit. Ini kalau kita adalah Non Penerima Bantuan Iuran (Non PBI).

Panik Boleh, Tapi Tetap Harus Tahu Jalannya

Kecelakaan bisa terjadi kapan saja, dan tentu nggak ada yang berharap itu terjadi. Tapi kalau sampai harus dioperasi, se-nggaknya kita tahu bahwa ada BPJS Kesehatan yang bisa bantu secara finansial. Jangan panik. Pelajari cara menggunakan BPJS Kesehatan. Simpan artikel ini. Karena saat hal darurat terjadi, informasi ini bisa jadi penyelamatmu (dan keluargamu). Semoga sehat selalu, ya!

Note: semua gambar yang ada dalam artikel ini dibuat menggunakan AI Google Studio

By Yuni

Seorang blogger yang suka membaca dan menulis. Lebih suka menulis tentang gaya hidup dan belajar tentang mengelola keuangan dan membagikan apa yang sudah dipelajari dalam tulisan

19 thoughts on “Nggak Usah Panik! Ini Cara Menggunakan BPJS Kesehatan”
  1. Duuuh mba Yuni, ikut prihatin baca ttg kecelakaan motor ayah mu… Sampai menghitam jarinya ya mba 😔.

    Tips dan informasi ttg BPJS kesehatan ini berguna banget sih. Aku yakin msh banyak yg ga tau prosedur penggunaan nya.

    Aku memang ga pernah pakai BPJS kalo berobat, sebab asuransi sendiri. Tp dulu asisten mama mertua operasi kaki, itu seluruhnya ditanggung BPJS. 👍👍. Ga ribet, ga pake drama. Mama papa mertua juga kalo kontrol terapi di RS yg kerjasama BPJS, Krn mereka dulu ASN.

    Yg penting mau ngikutin prosedurnya , dan insyaallah bakal mudah kok 👍. Lagipun penyakit yg dicover oleh BPJS ini juga lumayan banyaaak 👍

  2. Turut prihatin buat musibah bapaknya mbak. Jadi akhirnya kontrol buat buka jahitannya di puskesmas ya waktu itu?
    Terakhir bapakku operasi juga pakai BPJS mbak, alhamdulillah emang kebantu banget. Sehat2 selalu buat bapak2 kita yaaa.
    BPJS ini menurutku membantu banget, mana iurannya murah, walau aku pribadi berdoa tidak pernah memakainya, maunya sehat selalu. Tapi kalau bisa tetep bayar rutin, yaa anggap aja amal buat membantu yang lain.
    Meski demikian semoga nanti sistemnya makin membaik, pelayanannya bisa dimaksimalkan lagi dan gimana caranya juga supaya nakesnya bisa sejahtera. Soalnya sering denger nakes cuma dibayar berapa gtu, bahkan ada yg bilang cuma 7000 per pasien hiks.

  3. Kehadiran BPJS Kesehatan ini memang bisa membantu untuk yang membutuhkan perawatan dan penanganan kesehatan. Apalagi untuk pendaftarannya juga simple bisa lewat aplikasinya

  4. yaampun, semoga ayahnya mbak bisa lekas pulih yaa.
    info tentang BPJS ini ngebantu banget pasti mbak. karena nggak banyak orang yang tahu lho ternyata.
    aku pun sebenernya baru kenal BPJS pas pandemi hehe.
    dan setelah itu selalu pake BPJS. alhamdulillah dicover. termasuk fisioterapi pas keselo kmrn dan jariku yang nggak bisa nekuk ini. meski kadang di beberapa RS pelayanannya kurang memuaskan, tapi mayan ngebantu sih

  5. ini beneran relatable banget sih kak……. Siapa coba yang nggak panik? Apalagi sampai menghitam begitu jarinya, horor! Untung banget punya BPJS Kesehatan ya, meskipun sempat deg-degan. Prosedurnya ternyata nggak sesulit yang dibayangkan, asal tahu alurnya dari Faskes 1 dulu. Ini bisa jadi tambahan pengetahuan buat yang ngebaca, terutama yang soal waspada dan dokumen lengkap. Benar-benar bikin kita nggak panik saat darurat. Jadi, panik boleh, tapi cerdas juga harus!

  6. Hmm…. saya sangat terbantu dengan BPJS beberapa kali
    Hanya saja entah kenapa di Faskes 1 itu yang mbuletisasi
    Bikin emosi
    Lama nunggu
    Banyak pertanyaan gak nyambung
    Dan untungnya tetap dikasih rujukan
    Kadang saya bilang sama SDMnya, kasihan lho program BPJS ini bagus tapi yang bekerja tidak mampu memahami dengan baik
    Yaa saya berharap makin berbenah dan makin banyak yang terbantu
    Bahkan kami sering bayar tiap bulan tetapi lebih sering pakai jalur umum karena niatnya iuran kami bantu yang sangat lebih butuh

  7. Ikut prihatin mbak..
    Semoga bapak lekas sehat ya… ❤️❤️❤️
    Kalau udah ikut BPJS tuh emang hati terasa ayem. Dan bener banget nih, buat point pentingnya. Peserta BPJS kudu ati² juga buat milih faskes. Meski kroscek juga di aplikasi JKN sama di RSnya.

    Aku hampir aja dulu terkecoh juga. Salah satu klinik yg mau kutuju di JKN itu masih mau mengkover BPJS, tapi pas kutlp ternyata kliniknya sdh nggak kerja sama BPJS lg. Jadi data di BPJS blm terupdate. 🫣

    Sehat² buat kita semua ya.. ❤️❤️

  8. Saya sangaat merasakan manfaat BPJS ini, meskipun kata orang lumayan ribet urus urusnya, Tapi sebenarnya gak ribet ko cuma memang ada aturan-aturan yang harus dipatuhi. 2 kali saya dioperasi dan beberapa kali di opname semua pakai BPJS Kesehatan dan hanya membayar biaya tambahannya saja. CUma kalau menggunakan BPJS untuk rawat jalan sih memang belum pernah dan gak mau sering-sering pakai BPJS hehehe karena saya pengen sehat aja. Tapi so faar BPJS bantu banget saat saya sakit.

  9. Ya Allah.. saya membayangkan betapa lamanya perjalanan ke naik kapal laut Mbak. Saya aja Jakarta Makassar, 2 hari 2 malam kayaknya lama banget. Terus ini kan ditabrak mobil Mbak. Itu yang nabrak ga tanggung jawab?
    Alhamdulillah Mbak Yuni sudah paham jalur BPJS ya. Jadi semua dimudahkan dan dilancarkan. Semoga bapaknya sudah sehat Mbak Yuni.

  10. Aku tuh punya akun BPJS kesehatan yang free, dulu dibikinin oleh kader posyandu. Tapi belum pernah dipake. Sekarang sistemnya serba online dan pakai app ya jadi lebih praktis. Makasih panduannya.

  11. Ya ampun pasti kaget banget pas dikabari adek ya Alhamdulillah bapak bisa ditangani dengan cepat depan selamat dengan BPJS kesehatan…

  12. Kebayang sih panik dan khawatir sama kondisi ayah mba ketika itu. Alhamdulillah, tetap tenang, berpikir sat-set serta inget ada BPJS kesehatan. Walaupun agak rumit, setidaknya bisa jadi andalan ya saat situasi darurat seperti itu.

    Lewat artikel ini ku mulai lebih paham terkait cara penggunaan BPJS nya. Makasih banyak ya pencerahan dan infonya.

  13. Pasti panik banget ya mbak waktu lihat jari ayahnya, tapi untungnya masih bisa berikir jernih dengan memanfaatkan BPJS kesehatan.

    Saya merasakan sekali manfaat BPJS kesehatan waktu melahirkan yang kedua. Karena butub operasi dan salah satu bayiku bakal butuh operasi dan NICU setelah lahir, maka saya disarankan melahirkan dengan menggunakan BPJS. Alhamdulillah sangat membantu.

    Anak saya juga pernah pakai BPJS untuk cabut gigi yang kesundulan. Alahamdulillah dua gigi bisa, meskipun harus datang dua kali, nggak bisa sekaligus. Mana kliniknya nggak antri dan penanganannya nggak sakit dibanding ke dokter gigi anak (berdasarkan testimoni anakku).

    Nggak begitu ribet kok pakai BPJS kalau dijalani.

  14. Aku salah satu orang yang udah ngerasain banget manfaat BPJS. Bukan aku sih tapi suami lebih tepatnya waktu itu kecelakaan jarinya patah. Kalau nggak pake BPJS entah berapa itu biaya operasi, hm bersyukur banget sih.
    Aku ikut rada kesel sih tiap ada orang yang baru memproses BPJS pas habis kecelakaan atau ke RS, banyak banget model itu di sekitaran rumah. Ada juga yang nunggak dan nggak aktif lama dan tiba-tiba bingung harus aktifkan ulang gara-gara sakit dadakan. Pls deh kenapa sih nggak tertib aja gitu 🙁
    Akhir kata semoga ayah Kaka lekas pulih ya 🙂

  15. Semoga bapaknya lekas sembuh ya Mbak tapi memang kalau pengguna BPJS itu selama mengikuti alurnya semua akan baik-baik saja dan penuhilah semua persyaratan yang dibutuhkan karena semuanya akan gratis kalau ditanggung kecuali memang ada beberapa obat atau layanan yang tidak ditanggung BPJS menurut saya semua orang harus tahu karena siapa tahu nanti akan dipergunakan

  16. MashaAllaa~
    Terbantu sekali dengan informasi yang diberikan, ka..
    Karena memang kalau ada keluarga apalagi orangtua yang kecelakaan, auto panik. Dan prosedur tetep harus dijalankan sesuai sistem yang berlaku. Ketika alurnya diikuti dengan tertib dan benar, maka klaim asuransi BPJS kesehatan untuk kecelakaan pun bisa dilakukan.

    Syafahullaah untuk Ayahanda yaa, ka.
    Dan terima kasih karena sudah menuliskannya secara rinci beserta tips-tipsnya.

  17. Baca ceritanya jadi ikut deg-degan deh huhu.. Tapi bener banget sih, jangan panik dulu, asal tahu alur kerjanya BPJS ternyata bisa kok membantu di situasi darurat. Makasih udah share pengalaman real kayak gini, mbak. Jadi lebih paham dan aware kalau suatu saat kejadian serupa.

  18. Ya Allah, bacanya ikut ngeri mbaak, jari patah sampai menghitam gitu. Memang berpotensi panik banget siihh ya. Alhamdulillah bisa dicover pakai BPJS ya mbak, asal mengikuti prosedur yang sesuai, Alhamdulillah tercover semua. Kecuali memang setelah operasinya yang cuma dapet jatah 1x, tapi bisa di Puskesmas saja dan masih pakai BPJS.

    Kalau kami kemarin baru banget pakai BPJS untuk periksa gigi anak-anak di faskes pertama. Prosesnya cepat dan beneran gak pakai biaya sepeserpun, Alhamdulillaah. Ngerasain fasilitas yang layak kayak gini jadi ngerasa puas karena uang pajak kita digunakan secara baik dan benar ya, jadi kembali lagi untuk masyarakatnya.

  19. Aku belum pernah sih menggunakan BPJS Kesehatan karena kecelakaan, semoga jangan sampai. Tapi aku sudah rutin menggunakannya untuk kontrol asma, memang sangat membantu karena semua biaya jadi gratis. Aku rutin diresepin Seretide Diskus yang kalau beli sendiri Rp200 ribu lebih tiap bulan. Lumayan yekan.

    Tapi sekarang lagi kurang suka sama perubahan kebijakannya nih, karena obat harus diambil dari apotek rekanan puskesmas faskes 1 yang jauuuhhh banget.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *