Kenapa Banyak Bisnis Beralih ke Iklan Digital? Ini Alasannya

banyak bisnis yang beralih ke iklan digital

Halo, Sobat Cuan-ku! Ngomongin soal bisnis, nggak akan bisa luput sama iklan. Sekarang ini, aku menyadari kalau banyak bisnis yang mulai beralih ke iklan digital. Mau Tahu kenapa?

Kalau dulu, aku selalu berpikir bahwa iklan erat kaitannya sama brand besar doang. Secara, mereka-mereka ini yang bisa bayar iklan TV, billboard di jalan raya, atau banner besar di pusat kota.

Brand kecil yang baru menetas apalagi cuma blogger kecil, kayak aku, mah jauh sekali. Hampir nggak bisa menggapai rasanya.

Tapi sekarang beda cerita. Coba deh kalian rasakan pas scroll Instagram, nonton YouTube, atau pas kalian lagi cari informasi di Google!

Sobat Cuan-ku pasti selalu ketemu sama iklan yang rasanya relevan banget sama hidup kalian. Kayak, momennya tuh pas. Kalian butuh apa, eh iklan yang muncul ya produk-produk sejenisnya. Benar nggak?

Makanya, sebenarnya aku nggak heran sih kalau banyak bisnis yang beralih ke iklan digital. Hanya saja, apa sih alasan pastinya?

Masa iya, mereka cuma ikutan tren marketing? Atau, apa mungkin memang ada perubahan besar dalam cara bisnis untuk berkembang?

Kita pasti akan bahas soal alasan-alasan itu, Sobat Cuan-ku. Tapi sebelum itu, kita cari tahu dulu soal iklan digital! Yuk baca artikelku sampai habis!

Apa Itu Iklan Digital?

Sederhananya begini, iklan digital yaitu promosi yang kita lakukan melalui internet. Bentuknya sering kok kita lihat setiap hari, kayak:

  • iklan di Instagram Story,
  • rekomendasi produk di TikTok,
  • hasil pencarian paling atas di Google,
  • atau produk yang tiba-tiba muncul setelah kita browsing sesuatu.

Menariknya, iklan digital ini nggak hanya bisa dilakukan oleh perusahaan besar saja. Tapi juga, brand kecil, termasuk blogger, freelancer, sampai pelaku pemasaran afiliasi atau affiliate marketing bisa ikutan memanfaatkannya.

Baca juga:  Skill Freelancer yang Bikin Kebanjiran Klien

Karena ternyata, dunia bisnis sudah benar-benar pindah ke ruang digital.

Alasan Bisnis Beralih ke Iklan Digital

Perubahan ini jelas terjadi bukan tanpa alasan. Mau gimana lagi? Perilaku konsumen berubah, cara orang mencari produk berubah. Juga, cara orang mengambil keputusan membeli pun ikutan berubah.

Mau nggak mau, pelaku bisnis harus mengikuti kemana audiens mereka pergi ‘kan, Sobat Cuan-ku.

Jadi, kalau ada yang bertanya kenapa banyak bisnis yang beralih ke iklan digital? Maka, aku punya beberapa alasannya, yaitu:

1. Target Audiens Bisa Sangat Spesifik

target audiens iklan digital lebih spesifik
target audiens pada digital ads lebih spesifik

Ini bagian yang paling bikin aku tertarik saat pertama kali belajar digital ads. Kenapa begitu?

Bayangin deh! Dulu, iklan tuh sudah kayak kita melempar jaring besar ke lautan. Berharap ada ikan yang ketangkap masuk ke jaring. Semakin banyak ikan yang pingin kita tangkap, ya jaringnya kudu semakin gedhe. Biayanya ikutan menggelembung.

Kalau sekarang beda cerita sama digital ads. Kita bisa menentukan target audiens secara spesifik kalau mau mulai ngiklan, kayak:

  • usia audiens berapa,
  • lokasinya di mana,
  • minatnya apa,
  • kebiasaan online-nya gimana,
  • sampai perilaku belanjanya seperti apa.

Dalam artian, kita nggak sembarang melempar jaring ke lautan luas, tapi ke kolam yang sudah jelas ada ikan apa saja.

Contoh, bisnis skincare. Kita bisa langsung menargetkan perempuan yang memang tertarik sama skincare dan berpotensi untuk membelinya. Sehingga, promosi terasa lebih personal dan nggak mengganggu target marketnya.

2. Biaya Iklan Lebih Fleksibel

Siapa nih yang masih berpikir kalau biaya iklan pasti mahal? Pasti kalian belum pernah coba beriklan menggunakan digital ads.

Sekarang mah pakai iklan digital, urusan biaya bisa kita sesuaikan. Bisnis kecil nggak perlu segan lagi untuk beriklan. Mereka bisa mulai dari budget harian yang relatif kecil kok.

Inilah salah satu alasan kenapa banyak UMKM mulai berani beriklan. Apalagi sejak muncul berbagai tools digital yang bisa membantu untuk mencatat keuangan bisnis, kayak aplikasi kasir untuk UMKM.

Mereka nggak akan kecolongan dengan biaya promosi yang mungkin membengkak dan berpengaruh sama biaya operasional deh.

Baca juga:  Ide Bisnis Reseller yang Menguntungkan dan Cepat Balik Modal

Pokoknya, menurutku digital advertising tuh bikin persaingan bisnis terasa lebih adil gitu lho. Brand kecil punya peluang untuk tampil di tempat yang sama dengan brand besar.

3. Hasil Iklan Terukur Secara Jelas

Sebagai blogger, aku terbiasa dengan sesuatu yang terukur. Urusan blog saja, aku punya tools analitik yang mengukur performance-nya. Apalagi soal biaya promosi. Tentu, aku nggak mau buang-buang biaya tanpa tahu hasil dari biaya itu ‘kan.

Di sinilah letak iklan digital makin menarik di mataku. Soalnya, digital advertising memungkinkan kita untuk mengetahui dan mengukur efektivitas biaya yang sudah kita keluarkan dari data sebagai berikut:

  • berapa orang yang sudah melihat iklan,
  • siapa yang klik,
  • siapa yang akhirnya membeli.

Berbeda dengan iklan konvensional yang hasilnya sering terasa abstrak. Ya kali, kita bisa menghitung berapa orang yang sudah melihat iklan di billboard. ‘Kan nggak gampang realisasinya.

Intinya, semua data yang kusebutkan tadi-lah yang akhirnya bikin banyak pelaku bisnis merasa lebih percaya diri untuk berinvestasi di iklan digital.

4. Jangkauan Promosi Lebih Luas dan Cepat

jangkauan promosi lebih luas
jangkauan audiens lebih luas dengan digital advertising

Sekarang ini, produk lokal pun nggak kesulitan untuk memperkenalkan diri di kancah nasional bahkan internasional. Mereka bisa melakukannya hanya dalam hitungan hari dengan digital ads lho.

Aku sering tuh melihat contoh dari peluang bisnis kuliner, atau UMKM lainnya yang awalnya kecil, lalu viral dan terkenal luas karena strategi digital marketing yang tepat.

Mereka nggak harus buka cabang di banyak kota, tapi bisnis tetap bisa menjangkau pelanggan luas hanya melalui iklan online. Biayanya jadi lebih terjangkau ‘kan ya?

5. Mendukung Strategi Digital Marketing Modern

Iklan digital jarang berdiri sendiri. Biasanya ia berjalan berdampingan dengan:

  • media sosial,
  • website atau blog,
  • konten edukasi,
  • personal branding,
  • hingga strategi bagi ide dalam membangun bisnis online.

Bahkan di dunia affiliate marketing, iklan digital sering digunakan untuk mempercepat trafik menuju artikel atau landing page.

Dari situ sebagai blogger, aku mulai melihat bahwa iklan bukan sekadar media promosi, tapi bagian dari ekosistem digital yang saling terhubung.

Baca juga:  Persiapan Penting Sebelum Memulai Bisnis Online

Realitanya, Iklan Digital Nggak Selalu Instan

Ini nih yang sering banyak pelaku bisnis salah paham. Bahwa nggak semua iklan langsung bisa menghasilkan penjualan. Malah nih ya, ada lho bisnis yang gagal karena beberapa faktor, sebagai berikut:

  • salah target audiens,
  • pesan promosi kurang jelas,
  • atau melakukan kesalahan bisnis online yang sebenarnya bisa dihindari.

Contohnya, pada beberapa tantangan bisnis fashion lokal, banyak brand sudah beriklan tapi belum memahami positioning produk mereka. Apa akibatnya? Emang sih iklan sudah jalan, tapi konversi tetap rendah.

Ingat ya, Sobat Cuan-ku! Iklan digital hanya sebagai alat. Bukan sebagai solusi ajaib. Jadi, strategi tetap harus nomor satu.

Siapa yang Cocok Menggunakan Iklan Digital?

Pertanyaan ini tuh sebenarnya bisa kita prediksi jawabannya. Namanya juga iklan digital. Sudah pasti yang cocok untuk menggunakannya adalah pelaku bisnis yang target market atau audiens-nya menjelajah di internet.

Menurut pengamatanku sebagai blogger, iklan digital cocok untuk pelaku bisnis, sebagai berikut:

  • UMKM yang ingin berkembang lebih cepat
  • blogger yang ingin meningkatkan trafik artikel
  • pelaku pemasaran afiliasi
  • content creator
  • bisnis online skala kecil maupun besar
  • personal brand yang ingin dikenal lebih luas

Jadi, Kenapa Bisnis Akhirnya Beralih ke Iklan Digital?

Jika dulu, pelaku bisnis mencari pelanggan di jalan raya, sekarang pelanggan sudah ada di layar smartphone. Itulah alasan sebenarnya kenapa banyak bisnis yang beralih ke iklan digital.

Mereka nggak hanya ikutan tren. Nggak juga FOMO karena semua orang melakukannya. Tapi, karena perilaku manusia sudah berubah.

Dan sebagai blogger yang ikut belajar dunia digital sedikit demi sedikit, aku mulai memahami satu hal. Hari ini bukan lagi soal apakah kita perlu menggunakan iklan digital atau nggak?

Lebih dari itu, seberapa cepat kita mau belajar beradaptasi dengan dunia yang terus bergerak secara online. Biar bisnis nggak ketinggalan atau tergilas oleh kemajuan teknologi gitulah.

Aku sih yakin, bisnis Sobat Cuan-ku pasti sudah beralih ke iklan digital ‘kan ya! Artikel berikutnya, kalian Mau Tahu tentang Apa? Coba komen di kolom komentar ya!

By Yuni

Seorang blogger yang suka membaca dan menulis. Lebih suka menulis tentang gaya hidup dan belajar tentang mengelola keuangan dan membagikan apa yang sudah dipelajari dalam tulisan

13 thoughts on “Kenapa Banyak Bisnis Beralih ke Iklan Digital? Ini Alasannya”
  1. Sekarang memang makin banyak bisnis yang beralih ke iklan digital karena jangkauannya lebih luas dan cepat. Aku juga sering lihat usaha kecil yang awalnya biasa saja jadi lebih dikenal setelah aktif promosi online

  2. Sekarang memang terasa banget sih kalau iklan digital itu lebih “ngena” dibanding iklan zaman dulu. Bisnis kecil juga jadi punya kesempatan bersaing karena modal iklan bisa disesuaikan.

    Tapi memang benar, iklan digital bukan sulap. Kalau produk dan strateginya belum matang, ya hasilnya tetap nggak maksimal meskipun sudah keluar biaya iklan.

  3. Setuju banget, iklan digital bukan hanya fleksibel juga bisa langsung menargetkan ke audiens yang tersegmentasi. Biayanya bisa lebih murah juga.

  4. Nah ini relate banget sih sama kondisi sekarang, orang makin sering lihat HP dibanding baliho di jalan 😆 Jadi masuk akal kalau banyak bisnis mulai pindah ke iklan digital biar lebih gampang nyampe ke target yang pas. Kadang yang bikin susah tuh konsisten jalaninnya aja, tapi kalau udah nemu ritmenya emang lumayan kerasa hasilnya.

  5. Beriklan digital pun mesti paham ilmunya ya. Benar-benar harus belajar dulu nih karena pernah baca ada bisnis yang sudah keluar biaya besar untuk iklan digital tapi hasilnya nihil karena produk dan positioningnya belum matang serta beriklan di media yang kurang tepat sasaran.

  6. Wah, dapet insight baru lagi nih hari ini. Asli, kalau diingat-ingat, iklan konvensional kayak brosur atau baliho emang jangkauannya gak sefleksibel iklan digital ya. Suka banget sama poin-poin yang ditulis di artikel ini, ngebuka mata banget buat yang lagi merintis bisnis.

  7. Kalau iklan digital untuk kepentinham blogger bagaimana konsepnya ya mbak Yun? Saya ingin mendapatkan wawasan yang lebih banyak lagi. Bentuknya seperti apa?

    Zaman tekhnologi canggih seperti sekarang memang harus menyesuaikan dlaam segala hal termasuk dlaam hal iklan dan cara beriklan. Iklan digital adalah benuk iklan terkini hang menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

  8. Iklan digital memang memudahkan untuk promosi dan menjangkau audiens lebih luas lagi, makanya dimanfaatkan oleh pelaku usaha

  9. Setuju banget sih 😄 Sekarang iklan digital memang terasa jauh lebih “dekat” dan realistis untuk semua kalangan, bukan cuma brand besar saja. Bahkan usaha kecil, UMKM, sampai blogger juga punya kesempatan buat menjangkau audiens yang tepat lewat media sosial atau Google Ads.

    Dan iya, kadang iklannya tuh terasa ngerti banget kebutuhan kita 🤣 Baru kepikiran cari sesuatu, eh langsung muncul produknya di Instagram atau YouTube. Algoritma sekarang memang pintar membaca minat pengguna. Makanya wajar kalau makin banyak bisnis beralih ke iklan digital karena lebih fleksibel, terukur, dan bisa disesuaikan dengan target pasar mereka 👍

  10. Para pelaku UMKM yang saya kenal pun terlihat semkain mengembangkan bisnisnya lewat iklan digital. Sepertinya anyak pertimbangan manfaatnya ya Kak, kayak yang sudah disebutkan. Salah satunya biaya yang lebih terjangkau dan harapannya jangkauan customernya lebih pas

  11. Sekarang hampir semua orang pakai internet, pegang ponsel. Makanya, iklan pun ke digital juga. Soal angka, target emang lebih terukur dan terlihat. Kayanya, bayar lebih pun masih sesuai

  12. Iklan digital lebih banyak menjangkau audiens karena semua orang lebih sering lihat dari handphonenya. Aku pernah coba pakai iklan promosi digital juga lebih mudah karena bisa di atur biaya dan targetnya.

  13. Sekarang memang rata-rata brand itu lebih memilih digital marketing ya dan itu ada banyak banget tipenya ada yang di X, Instagram dan berbagai media lainnya. Dan biasanya ini ada timnya ya biar hasilnya lebih oke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *