Waduh! Ternyata Ini Penyebab Beton Dak Rumah Keropos

Grouting Beton

Banyak rumah yang menggunakan dak beton sebagai atapnya karena beragam alasan. Namun, ternyata beton dak rumah bisa keropos yang akan berdampak buruk bagi rumah itu sendiri. Masalah ini bisa diatasi dengan beragam cara, termasuk grouting beton.

Selain itu, masih ada cara-cara lain yang dapat dilakukan untuk mencegah pengeroposan pada beton dak. Cara-cara tersebut dapat dilihat dalam uraian menarik di bawah ini.

Alasan Beton Dak Rumah Keropos

Dak beton mempunyai fungsi yang penting dalam melindungi rumah sehingga perlu dijaga kualitasnya. Sayangnya, terkadang dak beton mengalami pengeroposan. Berikut beberapa alasan dak rumah bisa keropos.

1. Kualitas Semen yang Buruk

Salah satu alasan dak beton mengalami pengeroposan adalah kualitas semen yang buruk. Buruknya kualitas semen tentu bisa membuat dak beton menjadi nggak kokoh hingga mengalami pengeroposan dalam jangka waktu lama.

Oleh sebab itu, kamu perlu memastikan kualitas semen tersebut. Jangan mudah tertipu  dengan harga yang terlalu murah karena bisa mempengaruhi kualitas dari semen ini.

2. Rasio Air dan Semen yang Nggak Tepat

Pengeroposan dak beton bisa terjadi akibat rasio air dan semen yang nggak tepat. Nggak tepatnya rasio air dan semen ini bisa disebabkan oleh sejumlah alasan, seperti kurangnya pengetahuan atau tanggung jawab orang yang membangunnya.

Baca juga:  Apa Itu Frugal Living? Gaya Hidup Hemat yang Bikin Lebih Tenang

Oleh sebab itu, kamu perlu memahami dan memastikan bahwa rasio air dan semen yang digunakan dalam pembangunan dak beton benar-benar tepat. Umumnya, air yang digunakan adalah sekitar 10-20% dari berat semen.

3. Kurang Pemadatan

Penyebab pengeroposan pada dak beton lainnya adalah kurangnya pemadatan. Pemadatan yang nggak sempurna bisa menyebabkan rongga atau ruang kosong dalam campuran beton sehingga menyebabkannya nggak homogen dan kurang kokoh.

Maka dari itu, kamu perlu memastikan bahwa dak beton dibangun dengan konsentrasi padatan yang tepat. Dengan demikian, nggak ada ruang kosong yang bisa menyebabkan berbagai masalah di atas. 

4. Penggunaan Bahan Tambahan yang Nggak Tepat

Beton bisa mengalami keretakan karena berbagai alasan. Keretakan ini biasanya bisa kamu atasi dengan grouting beton atau penambalan. Bahan tambahan akan diperlukan untuk melakukan proses ini.

Sayangnya, terkadang bahan tambahan untuk grouting nggak kamu gunakan dengan tepat. Maka dari itu, kamu perlu memahami cara penggunaannya termasuk persiapan dan pencampuran bahan-bahannya. Selain itu, pastikan juga bahan-bahannya berkualitas

5. Curing yang Nggak Optimal

Curing adalah proses yang kamu perlukan agar suhu dan kelembaban beton dak setelah dicor bisa terjaga. Jika nggak kamu lakukan dengan optimal, maka struktur dak beton agar mudah mengeropos hingga mengalami keretakan.

Maka dari itu, kamu perlu memastikan bahwa proses ini berjalan dengan optimal dan maksimal.

Jadi, proses pengerasan beton bisa berjalan dengan baik. Ada beberapa jenis metode curing yang bisa kamu terapkan dan akan dijelaskan dalam ulasan di bawah.

6. Pemasangan Tulangan yang Nggak Tepat

Penyebab Betok Dak Rumah Keropos
Pemasangan tulangan dak beton yang nggak tepat bisa bikin beton dak rumah keropos

Dak beton membutuhkan tulangan agar bisa berdiri dengan kokoh. Sayangnya, pemasangannya sering kamu lakukan dengan nggak tepat. Hal ini bisa menyebabkan pengeroposan dan air merembes meskipun grouting beton telah kamu lakukan.

Baca juga:  Cara Cerdas Mengajarkan Anak Mengelola Keuangan Sejak Dini

Maka dari itu, tulangan beton perlu kamu pasang dengan tepat untuk mencegah hal ini terjadi. Caranya dengan memperhatikan jarak tulangan dan ketebalan terlalu tipis. Selain itu, bahan tulangan juga harus berkualitas agar nggak mudah terkena korosi.

Metode Curing untuk Mencegah Dak Beton Rumah Keropos

Di atas telah disinggung bahwa proses curing kamu perlukan untuk mencegah beton dak dari pengeroposan. Biar kamu nggak repot soal desain eksterior rumah lagi. Secara garis besar, proses ini bisa kamu lakukan dalam empat metode, yaitu.

1. Penyiraman Rutin (Water Curing)

Sesuai namanya, metode ini bisa kamu lakukan dengan menyiram dak beton secara rutin agar beton tetap basah. Penyiraman ini bisa kamu laksanakan dengan beberapa cara, misalnya adalah menggunakan penyiraman manual atau sistem sprinkler.

Selain penyiraman, ada juga metode lain yang menggunakan air, yakni penggenangan. Penggenangan bisa kamu lakukan dengan menutupi permukaan beton dengan genangan air dalam volume tertentu. Dengan demikian, penguapan bisa kamu cegah.

2. Penutupan Permukaan (Cover Curing)

Penutupan permukaan atau sistem insulasi juga bisa kamu lakukan dalam proses curing. Proses ini akan membuat permukaan beton tertutup untuk mencegah penguapan air. Bahan yang kamu gunakan bisa berupa plastik.

3. Penggunaan Curing Compound

Curing juga bisa kamu lakukan dengan bahan kimia tertentu. Bahan kimia pertama adalah curing compound yang bisa kamu temukan dengan mudah di pasar. Bahan ini bisa kamu aplikasikan pada permukaan beton untuk mengurangi penguapan air.

Selain itu, kalsium klorida juga bisa kamu gunakan dalam metode ini. Serupa dengan curing compound, kalsium klorida juga bisa mengurangi penguapan air sehingga bisa mempertahankan kelembaban.

4. Kombinasi Metode

Berbagai metode di atas bisa kamu kombinasikan untuk proses curing yang lebih maksimal. Misalnya adalah dak beton disiram secara rutin dan kamu tutup oleh bahan plastik untuk mengurangi penguapannya.

Baca juga:  Kebiasaan Baik Sehari-hari untuk Kestabilan Finansial

Melindungi Dak Beton dengan Sika

Sekarang, kamu sudah tahu apa saja alasan beton dak rumah keropos serta cara mengatasinya, seperti dengan menerapkan grouting beton. Selain itu, kamu juga bisa melapisi beton dengan Sikalastic®-590 Deckseal

Sikalastic®-590 Deckseal adalah pelapis antibocor yang mempunyai ketahanan baik terhadap air tergenang dalam waktu tertentu, sinar UV, yellowing, dan cuaca. Selain itu, pelapis ini memiliki permukaan mulus tanpa sambungan.

Menariknya, pelapis ini mampu menjembatani retak karena elastisitasnya yang tinggi, Selain itu, pelapis ini mempunyai daya rekat baik, kemampuan melepaskan uap air dari permukaan ke udara, tak beracun, dan memenuhi syarat VOC untuk lapisan water based.

Sika sendiri adalah pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia. Selain itu, Sika sudah berpengalaman selama 113 tahun dalam menangani beragam proyek. Salah satunya adalah Vila Musanada di Uni Emirat Arab.

Tertarik dengan pelapis ini? Klik di sini untuk informasi selengkapnya! Selain itu, Sika juga mempunyai bahan grouting beton berkualitas yang bisa kamu lihat di sini.

By Yuni

Seorang blogger yang suka membaca dan menulis. Lebih suka menulis tentang gaya hidup dan belajar tentang mengelola keuangan dan membagikan apa yang sudah dipelajari dalam tulisan

6 thoughts on “Waduh! Ternyata Ini Penyebab Beton Dak Rumah Keropos”
  1. Wah, baru ngeh ternyata dak rumah bisa keropos juga kalau salah treatment 😱

    Terima kasih banget penjelasannya, jadi makin ngerti pentingnya pemilihan material dan proses pengecoran yang bener. Cocok nih buat yang lagi atau mau renovasi rumah. Praktis dan nggak mengintimidasi penjelasannya, sukaaa!

  2. Apalagi di negara kita ini termasuk tinggi juga curah hujannya, ya. Jangan sampai beton dak gak berkualitas. Dari mulai memilih bahan hingga pembuatannya harus tepat.

  3. Wah mantab betul nih, beton emang harus dipastikan kuat ya, jadi hati tenteram. Jadi ingat kasus yang sekarang viral, ponpes ambruk menimbulkan korban luka berat dan bahkan beberapa santri harus berpulang.

  4. Seandainya beton pada saat dibangun, dikerjakan sesuai dengan persyaratan yang berlaku, peristiwa roboh tentunya tidak akan terjadi. Terkadang memang, demi menghemat biaya dan mempercepat waktu pembangunan, ada para developer nakal yang tidak menjalankan aturan keselamatan pembangunan tempat sesuai standarnya. Produk penguat seperti SIKALASTIC 590 DECKSEAL ini akan lebih berfungsi sebagai penunjang faktor keselamatan yang dibutuhkan oleh cor bangunan.

    Habis baca ini mendadak saya teringat ambruknya Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo. Bangunannya ambruk, runtuh, yang hingga saat ini mengakibatkan banyak santri terjebak di dalam reruntuhan. Tak tega membayangkan bagaimana ngerinya tertimpa beton berlantai-lantai yang tentunya berat dan susah untuk diangkat/dipindahkan. Semoga peristiwa ini jadi pelajaran penting bagi publik, khususnya mereka yang terlibat pada pembangunan fisik sebuah bangunan, agar LEBIH MEMPERHATIKAN kualitas serta unsur keselamatan.

  5. Serem ya mbak kalau beton dak keropos, bisa membahayakan penghuni kalau sampai terjadi apa-apa. Semoga dengan Sikalastic®-590 Deckseal jadi solusi buat mencegah dan menghindari terjadi keropos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *