Sabtu sore, kakak sepupuku nelpon. Doi ngajak nongkrong di warung rujak kelang di dekat rumah yang baru buka.
Kami sodaraan memang demen banget ngumpul sambil rujakan gitu. Atau kalau nggak nyobain kuliner yang lagi hits dekat-dekat rumah, kayak Warung Rujak Kelang Senneng yang emang baru buka.
Makanya, tanpa babibu, aku langsung oke. Janjianlah kami pergi hari Minggu. Agak siangan saja. Begitu kata mbak sepupuku. Soalnya, kami masih mau bantu-bantu di tempat tahlilan sodara gitulah.
Buat yang nggak tahu kelang. Sekedar informasi saja ya. Kelang adalah kuah rebusan ikan sebelum mengental jadi petis.
Biasanya sih yang dipakai untuk membuat kelang tuh ikan tongkol atau pindang. Cuma kalau mau pakai ikan laut lainnya nggak masalah sih. Tergantung ketersediaan ikan dan selera saja.
Rasanya unik, mirip petis gurih tapi versi cairnya. Kalau jadi rujak, rasanya ada manis, asin, dan ada hint asam dari buah-buahnya. Pokoknya, enak deh.
Setahuku, warung rujak kelang nih adanya di daerah pesisir doang. Di Madura biasanya di Pamekasan dan Sampang. Aku nggak tahu di Sumenep ya. Kalau di Bangkalan, aku nggak pernah nemu warung yang jualan rujak begini.
Gara-Gara FYP, Aku Jadi Ingin Rewatch Drama Go Ahead

Karena malamnya tuh malam minggu. Pas sama jadwalku nonton. Kebetulan juga, aku melihat adegan lucu dari drama China Go Ahead.
Itu lho, adegan di mana Li Jian Jian lagi belajar sama Ling Xiao. Terus sama Ling Xiao, kepala Li Jian Jian digetok manja.
Nggak terima kepalanya digetok, tu cewek protes sambil ngomel. “Emang kalau aku jadi bodoh, kamu mau menikahiku?”
Jawaban Ling Xiao di luar dugaan BMKG. Doi bilang kalau doi mau menikahi Jian Jian. Bikin tuh cewek memalingkan wajahnya karena malu.
Ke-uwu-an itu bikin aku tertarik untuk rewatch lagi. Langsung buka aplikasi iQIYI dan nonton dengan anteng.
Buatku, Go Ahead bukan sekadar drama keluarga biasa. Drama ini berhasil menggambarkan hubungan keluarga, persahabatan, dan kasih sayang dengan sangat baik.
Satu episode berubah menjadi dua episode. Dua episode berubah menjadi tiga episode. Eh, tahu-tahu, hari sudah larut malam.
Niatnya Mau Nostalgia, Malah Kena Gejala Mata Kering

Keesokan harinya, aku mulai merasakan ada yang nggak beres sama mataku. Rasanya perih dan gatal. Pandanganku juga kaya kabur sesaat. Sudah gitu, mata jadi merah dan kayak ada pasir di dalamnya. Mana lebih sensitif pula kalau lagi di luar.
Awalnya sih kuabaikan saja rasa nggak nyamannya. Berharap bisa hilang sendiri. Tapi, lama-kelamaan kok gejala nggak enaknya makin terasa.
Kayaknya, mataku sudah mengalami gejala yang sering disebut sebagai Mata SEpet, PErih, LElah, atau yang disingkat jadi SePeLe deh.
Ini benar-benar mengganggu aktivitasku banget. Mana sorenya aku sudah ada janji mau nongkrong di Warung Rujak Kelang Senneng yang baru buka itu.
Pasti gara-gara nonton drachin maraton semalam nih. Terlalu fokus sama alur ceritanya bikin aku jarang berkedip. Otomatis, kornea mataku lebih lama terbuka. Ya weslah, air mata jadi cepat menguap. Ini yang bikin Mata Sepet dan Perih.
Seolah itu belum cukup, kontras dan silau dari gawai memaksa otot mataku bekerja lebih ekstra. Bikin mata Lelah.
Wajar kalau aktivitas nonton drama Go Ahead malam itu memicu munculnya gejala mata kering. Bandel sih dibilangin.
Gejala Mata Kering Hampir Menggagalkan Rencana Nongkrong
Aku sempat berpikir buat nelpon mbak sepupuku dan membatalkan acara nongkrong kami di Warung Rujak Kelang Senneng.
Aku pasti nggak akan bisa nyetir motor kalau maksa ikut dengan kondisi Mata Sepet, Perih, Lelah begini.
Di sisi lain, aku FOMO banget dengan rasa rujak kelang yang katanya lagi hits di sekitar rumahku. Dilema ‘kan jadinya.
Makanya ya, kubilang juga apa. Gejala mata kering bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele. Bahkan, aktivitas sederhana kayak nongkrong bareng keluarga saja terancam gagal karena kondisi mata yang nggak nyaman.
Untungnya, aku masih punya solusi di rumah. Secara, kondisi ini sudah bukan sesuatu yang asing buatku. Kalau mau kubilang langganan juga nggak berlebihan.
Soalnya, aku pernah terkena gejala mata kering juga pas baca novel Ada Cinta di Suaka Paksi secara maraton lho.
Untung Ada Insto Dry Eyes yang Bantu Meredakan Gejala Mata Kering

Selain nonton drachin Go Ahead secara maraton, aku juga pernah nonton drakor A Shop for Killers Season 2 secara maraton. Meskipun, aku nggak boleh menganggap sepele masalah mata Sepet, Perih, Lelah. Minimal banget, aku sudah punya solusinya.
Insto Dry Eyes. Waktu itu, aku belinya di minimarket dekat rumah. Harganya murcida wala-wala (pinjam istilah murahnya Mama Clayton, TikToker asal Semarang), cuma sekitar 17ribuan.
Produk tetes mata steril ini mengandung Hydroxypropyl methylcellulose yang bisa memberikan efek pelumas, kayak air mata.
Insto Dry Eyes juga bisa membantu untuk mengatasi gejala mata kering dan meringankan iritasi akibat kurangnya produksi air mata.
Aku pakainya sih cukup tetesin Insto Dry eyes 1-2 tetes untuk setiap mata sesuai anjuran dalam kemasannya. Bisa juga sih kalau kalian mau minta saran dan anjuran dokter. Feel free.
Setelah menggunakannya, mataku terasa jauh lebih nyaman. Sehingga, aku pun bisa bersiap untuk pergi nongkrong tanpa khawatir lagi.
Akhirnya, Aku Tetap Bisa Nongkrong di Warung Rujak Kelang

Jujur ya, aku merasa sangat bersyukur karena gejala mata kering yang kualami nggak sampai bikin aku membatalkan rencana bertemu dan menghabiskan waktu bersama para sepupuku untuk nyobain rujak kelang yang lagi hits.
Sesampainya di warung, suasananya nggak terlalu ramai. Kayaknya, tempat ini ramenya pas sore gitulah. Bukan yang siang, panas-panas begini.
Kami pesannya rujak buah komplit. Semisal, ada yang suka buah-buah tertentu, kayak mangga, nanas, timun, bengkoang, atau jambu air juga bisa kok pesan rujak buah yang spesifik.
Ada rujak campur juga. Kayaknya sih ini rujak lontong gitu lho. Cuma karena kami sudah makan siang, maka nggak mesen rujak campurnya.
Kalau mereka bilang rujak buahnya segar, sehat, dan nikmat, maka nggak ada yang salah dengan itu. Bumbu rujak kelangnya khas dan pedas manis. Berpadu sama buah-buahnya yang emang beneran segar.
Duh, mengedit artikel ini sambil membayangkan apa yang sudah kumakan tadi benar-benar bikin aku ngiler sih. Para sepupuku yang emang doyan pedes sampai netes-netes keringetnya.
Nggak butuh waktu lama,
Kami menghabiskan waktu sambil menggosip tentang banyak hal, mulai dari gosip di keluarga, permasalahan masing-masing, sampai urusan rumah tangga mereka.
Aku yang masih jomblo mendadak nggak enak hati kalau mereka sudah membahas perkara ranjang. Meski dengan nada bercanda, kok ya rasanya agak nganu ya. Hehehe…
Di tengah obrolan itu, aku jadi teringat kejadian semalam.
Andai saja aku terus memaksakan diri menonton tanpa memperhatikan kesehatan mata, mungkin aku nggak akan bisa menikmati momen seseru ini.
Tips Nonton Drama Maraton Tanpa Khawatir Gejala Mata Kering

Sebagai seseorang yang sering terlena saat menonton drama, demi Mata SePeLe Jangan Disepelein, aku mulai coba menerapkan beberapa kebiasaan berikut.
1. Istirahatkan Mata secara Berkala
Sadari kalau apapun yang berlebihan itu nggak bagus! Apalagi memforsir kerja mata. Kasihani mata kalian dengan mengistirahatkannya secara berkala saat nonton atau baca dalam jangka waktu yang lama.
Gimana cara mengistirahatkannya?
Pakai aturan 20. Aku baca ini di hampir semua laman kesehatan yang membahas soal gejala mata kering.
Katanya, setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau sekitar 6 meter lah selama 20 detik.
Cara sederhana ini beneran bisa membantu mataku jadi lebih rileks sih.
2. Luangkan Waktu untuk Green Time
Rutinitasku setiap pagi, aku suka melihat ke pepohonan, rumput, atau area hijau yang ada di sekitar rumahku.
Katanya sih, dengan melihat pemandangan hijau bisa membantu untuk mengurangi ketegangan pada mata.
Aku sudah mencobanya sendiri dan emang beneran sih. Lumayanlah, rasanya otot mataku jadi lebih rileks.
3. Jangan Lupa Berkedip
Kalau menunggu reflek berkedipnya mata, yakin deh. Pasti jarang kalau sudah terlalu fokus sama alur cerita dalam drama. Benar nggak, Geng?
Makanya, pas nonton drachin Go Ahead maraton, frekuensi berkedipku jadi berkurang. Sementara, berkedip ‘kan membantu untuk menjaga kelembaban permukaan mata.
Oleh karena itu, mending berkedip itu datang dari niat dan kesadaran diri sendiri. Jangan lupa berkedip pas nonton ya!
4. Atur Jarak antara Mata dan Layar
Aku nggak tahu sih ya kalau kalian gimana? Kalau aku pribadi, kadang saat nonton, secara nggak sadar posisi layar gawai cukup dekat sama mataku. Apalagi kalau sambil rebahan.
Ini jelas bukan sesuatu yang bagus untuk mata ya, Geng. Usahakan kalau lagi nonton, jarak antara mata dan layar sekitar 30-40 cm.
Selain itu, pastikan kalau nonton posisinya duduk ya. Jangan sambil rebahan!
5. Siapkan Tetes Mata Steril
Nggak ada salahnya menyiapkan tetes mata steril di rumah untuk membantu meredakan gejala mata kering ketika diperlukan. Kalian bisa pakai #InstoDryEyes kayak aku.
Mata SePeLe Jangan Disepelein
Mata yang terasa sepet, perih, dan lelah memang kelihatannya seperti keluhan ringan. Namun, jika dibiarkan, gejala tersebut bisa mengganggu berbagai aktivitas yang sudah kita rencanakan.
Mulai sekarang, aku akan lebih bijak dalam mengatur waktu saat menonton drama. Secara, maraton drama memang menyenangkan. Tapi bagiku, kesehatan mata tetap harus jadi prioritas. #BebasMataKering gitu deh.
Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan mata agar tetap nyaman beraktivitas dan bisa menikmati berbagai momen seru tanpa gangguan.
Ingat ya! #MataSePeLeJanganSepelein
