Cara Membuat Anggaran Bulanan yang Realistis agar Keuangan Lebih Terkendali

cara membuat anggaran bulanan

Aku pernah berpikir kalau anggaran bulanan itu cuma cocok buat orang yang penghasilannya besar. Kayak, buat apa bikin anggaran kalau uang yang masuk tiap bulan saja sudah pas-pasan? Toh, ujung-ujungnya juga habis.

Ya elah. Masalahnya tuh bukan dananya sedikit atau banyak sih, Sobat Cuan-ku. Asal kalian tahu saja nih ya.  Yang berpengaruh tuh justru gimana cara kalian mengelola dananya.

Makanya, jangan heran kalau ada yang penghasilannya nggak cukup buat sebulan! Kabar buruknya, dia sama sekali nggak menyadari kemana saja aliran dananya melayang selama ini.

Biar nggak buta-buta banget soal pembelanjaan duit kalian, saranku mending kalian buat dah tuh anggaran bulanan. Bagaimana cara membuat anggaran bulanan akan kukupas tuntas dalam artikel ini ya.

Anggaran Bulanan Versiku

Kalau ada yang bertanya seperti apa anggaran bulanan versiku, jawabannya sederhana. Aku menganggap anggaran kayak peta perjalanan uang.

Kalian buka peta ‘kan pas sudah punya tujuan. Tinggal menentukan kalian mau lewat mana saja untuk menuju arah itu. Terus, kalian naiknya apa?

Sama juga halnya dengan anggaran. Kalian punya tujuan finansial. Tinggal ajak tuh dana kalian melewati kategori-kategori dalam tiap anggaran, misalnya kebutuhan sehari-hari, tabungan, hiburan, dan lain-lain sesuai kebutuhan.

Dengan begitu, setiap sen yang kalian miliki jelas kemana saja arahnya. Nggak ada lagi ceritanya, kalian bingung soal duit yang kayaknya terasa cepat habis.

Oh iya, Sobat Cuan-ku jangan merasa kalau anggaran bulanan akan membatasi diri untuk menikmati hidup. Sama sekali bukan itu tujuan dan maksud pembuatannya.

Aku pribadi merasa kalau anggaran bulanan membuatku bisa menikmati pengeluaran tanpa rasa bersalah. Ya gimana. Wong aku sudah merencanakan keuanganku sejak awal kok.

Kenapa Bikin Anggaran Bulanan itu Penting?

kenapa membuat anggaran bulanan penting

Anggaran bulanan tuh sama kayak perencanaan keuangan. Sama kayak budgeting kalau di perusahaan. Terus, kenapa ini penting?

1. Memahami Kemana Aliran Dana

Sering banget ‘kan kalian merasa kayaknya nggak banyak belanja, tapi kok saldo rekening tiba-tiba tinggal sedikit.

Ini tuh kejadian kalau nggak punya perencanaan finansial. Mau apa, tinggal beli. Ketemu yang lucu dikit, langsung checkout. Mana kepikiran sama kebutuhan untuk besok lusa, minggu depan, atau tagihan akhir bulan.

Beda cerita kalau kalian punya anggaran bulanan. Pengeluaran kecil yang terlihat sepele sebelumnya akan terasa bernilai. Contoh, jajan, kopi, langganan aplikasi yang jarang terpakai, dan lain-lain.

Intinya, kalian jadi tahu kemana saja perginya uang kalian. Buat beli atau bayar apa saja. Track record-nya lebih jelas.

2. Menghindari Pengeluaran Impulsif

Promo flash sale 7.7 baru saja lewat. Kalian sudah checkout apa saja tuh? Benar-benar kepake atau beli cuma karena barangnya lucu doang?

Buat yang nggak punya anggaran bulanan sih nggak akan kepikiran masih ada tanggungan apa lagi. Kalau pingin beli, ya sudah checkout saja.

Baca juga:  A Shop for Killer, Ketika Toko Selang Online Menjadi Gerbang Dunia Pembunuh

Tapi, kalau sudah punya budgeting bulanan, maka kalian pasti akan memastikan dulu ketersediaan dana dalam anggaran sebelum beli.

Kalau sudah habis ya sudah. Nggak usah maksa beli. Apalagi pakai paylater. No no ya, Sobat Cuan-ku!

3. Bantu Mencapai Target Finansial

Pingin beli rumah, ganti gadget atau kendaraan baru, mungkin juga kalian butuh liburan, tentu pakai dana yang nggak sedikit. Emang cukup penghasilan sebulan?

Tanpa anggaran, target keuangan kayak begini cuma mandek di mimpi. Entah kapan bakalan nangkring di garasi tuh mobil, Sobat Cuan-ku.

Dengan anggaran yang jelas, kalian bisa tahu berapa nominal yang perlu kalian sisihkan setiap bulannya biar tujuan finansial-nya tercapai.

4. Siap Menghadapi Keadaan Finansial yang Nggak Terduga

Siapa generasi milenial yang masih inget sama jargon, life is never flat? Iklan apaan sih itu?

Hidup memang penuh kejutan. Ibarat kata, motor bisa tiba-tiba mogok butuh servis, ada keluarga yang sakit butuh biaya perawatan, atau laptop yang mendadak bermasalah.

Kalian bakalan tetap anteng kalau sudah menyiapkan dana cadangan dalam anggaran sejak awal. Tinggal bawa motor ke bengkel, ajak keluarga berobat, dan ganti atau servis laptop deh.

5. Mengurangi Stres Karena Masalah Finansial

Menurut Sobat Cuan-ku, apa sih yang biasanya menyebabkan stres kebanyakan orang? Salah satunya mungkin karena kalian nggak tahu kondisi keuangan sendiri. Benar nggak?

Makanya, bikin dah anggaran bulanan. Aku yakin rasa cemas kalian pasti berkurang. Soalnya, kalian bisa melihat kondisi keuangan dengan lebih jelas.

Meskipun mungkin belum sempurna. Paling nggak kalian tahu apa yang harus diperbaiki. Semisal, pendapatan kalian kurang, gampang buat cari anggaran mana yang bisa kalian pangkas.

Persiapan Sebelum Membuat Anggaran Bulanan

Mengingat betapa pentingnya anggaran bulanan, membuatnya tentu butuh persiapan yang matang. Iya nggak, Sobat Cuan-ku? Apa saja persiapannya?

1. Hitung Total Pemasukan

sumber penghasilan blogger

Kalian harus tahu benar berapa jumlah uang yang akan kalian gunakan dalam sebulan. Oleh karena itu, mulailah dengan menghitung seluruh pemasukan yang kalian terima setiap bulan, misalnya:

  • Gaji utama.
  • Bonus.
  • Penghasilan freelance.
  • Bisnis sampingan.
  • Pendapatan investasi atau sumber lainnya.

Terus gimana yang penghasilannya nggak tetap? Gampang. Kalian bisa gunakan rata-rata pemasukan selama beberapa bulan terakhir biar anggarannya lebih realistis.

2. Catat Seluruh Pengeluaran Rutin

Setiap orang, baik itu yang masih single atau berkeluarga, pasti punya kebutuhan. Biasanya, kebutuhan ini sifatnya tetap. Yah, paling adalah kebutuhan musiman yang muncul kadang-kadang.

Yang jelas, untuk membuat anggaran bulanan tuh kalian juga harus tahu pasti apa saja daftar pengeluaran rutin. Misalnya:

  • Makan.
  • Listrik.
  • Air.
  • Internet.
  • Transportasi.
  • Cicilan.
  • Pulsa.
  • Langganan aplikasi.

Semakin lengkap catatan pengeluaran kalian, maka akan semakin mudah kalian menyusun anggaran.

3. Identifikasi Pengeluaran yang Sering Bikin Anggaran Jebol

Setelah itu, coba kalian berani untuk jujur pada diri sendiri. Pengeluaran apa sih yang paling sering membuat uang cepat habis?

Mungkin kalian karena terlalu sering membeli kopi. Atau mungkin sering belanja online. Setiap hari kudu nongkrong sepulang kerja. Atau siapa tahu kalian sering tergoda diskon.

Harapannya, saat sudah tahu dengan pasti kebiasaan ini, kalian bisa menentukan batas pengeluaran yang lebih masuk akal.

Cara Membuat Anggaran Bulanan yang Realistis

Perkara bikin anggaran tuh memang mudah. Pake angka asal-asalan pun jadi. Tapi, ‘kan percuma kalau hanya menjual mimpi.

Gimana langkah-langkah membuat anggaran bulanan yang realistis?

1. Tentukan Tujuan Keuangan

Tujuan keuangan ini maksudnya sih biar kalian bisa konsisten bikin dan taat sama apa yang sudah kalian rencanakan. Bebas apa saja sih tujuannya. Misalnya:

  • Umroh atau haji.
  • Melunasi utang.
  • Ganti kendaraan.
  • Dan lain-lain.
Baca juga:  Kebiasaan Baik Sehari-hari untuk Kestabilan Finansial

2. Kelompokkan Pengeluaran

Pengeluaran bulanan tuh bukan cuma satu atau dua hal saja. Banyak banget. Apalagi kalau kalian banyak maunya.

Makanya, aku sih biasanya membagi pengeluaran jadi beberapa kelompok. Contohnya:

  • Kebutuhan pokok.
  • Kewajiban atau cicilan.
  • Tabungan dan investasi.
  • Hiburan.
  • Dana darurat.

Kalian bebas kelompokkan sesuai kebutuhan saja. Dengan pengelompokkan begini, kalian akan lebih mudah memantau anggaran.

3. Sisihkan Tabungan di Awal

Kebanyakan orang akan menabung kalau ada sisa uang. Sayangnya, yang terjadi keseringan nggak ada uang yang tersisa.

Makanya, mending kalau sudah ada anggaran buat tabungan dan investasi, kalian langsung pindahkan dananya begitu terima penghasilan. Pisahkan dana tabungan dengan anggaran lainnya.

Dengan begitu, peluang untuk mencapai target keuangan akan jadi lebih besar.

4. Berikan Ruang untuk Hiburan

Bikin anggaran sih bikin anggaran. Tapi, jangan terlalu ketat juga kali ya! Soalnya, biasanya yang kayak begitu tuh akan sulit kalian pertahankan. Sobat Cuan-ku mana yang tahan tanpa hiburan sama sekali? Iya nggak?

Nggak ada salahnya kok tetap menyediakan dana untuk hiburan, kayak nongkrong bareng teman, menonton film, membeli novel, atau menikmati hobi.

Yang penting, nominalnya sudah kalian rencanakan sejak awal. Bukan yang sembarangan keluar duit buat have a fun.

5. Sisakan Dana Nggak Terduga

Selalu siapkan ruang untuk kebutuhan yang nggak terduga. Kita sering menyebutnya sebagai dana darurat.

Jumlah dana darurat yang ideal tergantung sama status kalian. Misalnya:

  • single 3-6 kali total pengeluaran bulanan. 
  • berkeluarga tapi belum punya anak 6-9 kali total pengeluaran bulanan.
  • berkeluarga dan sudah punya anak bisa 9-12 kali total pengeluaran bulanan.

Total dana darurat ini nggak harus kalian siapkan sekaligus ya. Bisa kok kalian sisihkan setiap bulan.

Nominalnya nggak harus besar, tapi keberadaannya bisa sangat membantu ketika muncul pengeluaran mendadak.

6. Gunakan Metode Anggaran yang Sesuai

Ada banyak metode anggaran yang bisa kalian gunakan. Pilih yang sesuai sama kondisi finansial kalian ya!

Kalau memang cocok menggunakan metode 50/30/20, silahkan. Nyaman pakai sistem amplop, boleh. Kalau aku sudah terbiasa membagi persentase pendapatanku ke setiap kategori pengeluaran.

Kalian nggak perlu memaksakan satu metode tertentu. Pilih yang paling mudah kalian jalankan secara konsisten saja.

7. Review dan Evaluasi Setiap Bulan

Punya anggaran bukan berarti kalian saklek mengikuti itu ya. Butuh yang namanya evaluasi.

Kali aja ada pos yang terlalu besar dan bisa kalian kurangi. Atau mungkin ada target yang belum tercapai dan butuh untuk segera. Kayak gitu-gitulah.

Evaluasi ini buat bikin anggaran bulan berikutnya menjadi lebih baik.

8. Bila Sudah Berkeluarga, Susun Anggaran Bulanan Rumah Tangganya Bareng Pasangan

Aku tahu banget, istri tuh ibarat manajer keuangan dalam keluarga. Tapi eh tapi, kataku sih sebaiknya kalian libatkan pasangan dalam menyusun anggaran.

Diskusikan dah tuh pemasukan, kebutuhan keluarga, target menabung, sampai prioritas keuangan.

Percayalah! Komunikasi terbuka begini akan sangat membantu kalian untuk mengurangi potensi konflik karena masalah keuangan.

Contoh Anggaran Bulanan Sederhana

Misalnya ya, kalian punya penghasilan sebesar Rp6.000.000 all in setiap bulan, baik itu dari gaji, freelancer, dan usaha lainnya. Pokoknya all in.

Kalau sesuai dengan metode yang kugunakan yaitu membagi penghasilan berdasarkan persentase masing-masing kategori, maka anggaran bulanan itu akan seperti ini:

contoh anggaran bulanan

Angka-angka yang ada di tabel itu hanya contoh ya. Tapi, kalian bisa jadikan tabel ini sebagai patokan. Tinggal menyesuaikan dengan kondisi, jumlah anggota keluarga, hingga target keuangan masing-masing.

Baca juga:  Waduh! Ternyata Ini Penyebab Beton Dak Rumah Keropos

Adakah Nominal Anggaran Bulanan yang Layak?

Menurutku, nggak ada angka yang benar-benar ideal dan berlaku untuk semua orang.

Ibaratnya begini, orang yang tinggal sendiri tentu punya kebutuhan yang berbeda dengan keluarga yang punya dua anak. Begitu pula antara karyawan, freelancer, dan pelaku usaha yang penghasilannya nggak menentu setiap bulan.

Aku cuma mau bilang, kalian jangan terlalu sibuk membandingkan anggaran punya orang lain. Yang lebih penting adalah memastikan anggaran tersebut sesuai dengan kemampuan finansial dan tetap membantu kalian untuk mencapai tujuan keuangan.

Semisal, nanti kondisi berubah, kayak penghasilan meningkat atau kebutuhan bertambah, jangan ragu menyesuaikan anggarannya. Anggaran bulanan memang seharusnya fleksibel mengikuti fase kehidupan.

Pada akhirnya, membuat anggaran bulanan bukan soal menjadi pelit atau membatasi diri. Justru dengan mengetahui ke mana uang akan digunakan, kalian bisa mengambil keputusan finansial dengan lebih tenang dan percaya diri.

Kalau kalian sedang belajar membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, membuat anggaran bulanan bisa menjadi langkah awal.

Setelah itu, kalian juga bisa mempelajari cara mengatur keuangan pribadi agar pengelolaan uang menjadi semakin terarah dan tujuan finansial lebih mudah tercapai.

FAQ Seputar Cara Membuat Anggaran Bulanan

Apakah anggaran bulanan harus selalu sama tiap bulannya?

Nggak harus sih. Anggaran bulanan tuh akan lebih baik kalau bersifat fleksibel dan bisa kalian sesuaikan dengan kondisi keuangan saat itu. Misalnya, pas ada kenaikan penghasilan, bonus, atau kebutuhan tertentu seperti biaya pendidikan atau mudik, kalian bisa menyesuaikan alokasi anggarannya. Yang terpenting, setiap perubahan harus kalian rencanakan agar keuangan tetap terkendali.

Bagaimana cara membuat anggaran bulanan kalau penghasilannya nggak tetap?

Jika penghasilan kalian berubah-ubah setiap bulan, gunakan rata-rata pemasukan selama tiga hingga enam bulan terakhir sebagai acuan. Selain itu, prioritaskan kebutuhan pokok terlebih dahulu, lalu sisihkan sebagian untuk dana darurat. Ketika memperoleh penghasilan lebih besar dari biasanya, hindari langsung menaikkan gaya hidup dan manfaatkan kelebihannya untuk tabungan atau investasi.

Berapa persen gaji yang sebaiknya ditabung?

Nggak ada aturan yang mutlak. Berapapun nggak masalah. Banyak orang menggunakan patokan sekitar 10–20% dari penghasilan untuk ditabung atau diinvestasikan. Namun, jika kondisi keuangan belum memungkinkan, mulailah dari nominal yang sanggup kalian sisihkan secara konsisten. Menabung sedikit tetapi rutin biasanya lebih baik daripada menargetkan jumlah besar tetapi sulit dipertahankan.

Apa bedanya anggaran bulanan dengan mencatat pengeluaran?

Kalian membuat anggaran bulanan sebelum kalian menggunakan uangnya. Tujuannya adalah merencanakan ke mana uang akan dialokasikan. Sementara itu, kalian membuat catatan pengeluaran setelah transaksi terjadi untuk mengetahui uang benar-benar digunakan untuk apa. Keduanya saling melengkapi. Anggaran membantu kalian membuat rencana, sedangkan catatan pengeluaran membantu kalian mengevaluasi apakah realisasinya sudah sesuai.

Apakah anggaran bulanan tetap diperlukan meski penghasilannya kecil?

Justru semakin terbatas penghasilan yang kalian miliki, anggaran bulanan menjadi semakin penting. Dengan anggaran, kalian bisa menentukan prioritas kebutuhan, menghindari pengeluaran yang kurang penting, dan mulai menyisihkan dana meskipun jumlahnya nggak besar. Nominal penghasilan memang berpengaruh, tapi kebiasaan mengelola uang juga memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan finansial.

Lebih baik membuat anggaran bulanan secara manual atau menggunakan aplikasi?

Keduanya sama-sama baik. Jika kalian lebih nyaman menulis di buku catatan atau spreadsheet, cara tersebut sudah cukup efektif. Namun, jika ingin proses pencatatan lebih praktis, kalian bisa memanfaatkan aplikasi pengelola keuangan. Pilihlah metode yang paling mudah digunakan agar kalian bisa konsisten menjalankan anggaran setiap bulan.

By Yuni

Seorang blogger yang suka membaca dan menulis. Lebih suka menulis tentang gaya hidup dan belajar tentang mengelola keuangan dan membagikan apa yang sudah dipelajari dalam tulisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *