Cara Membuat Anggaran Bulanan yang Realistis agar Keuangan Lebih Terkendali

cara membuat anggaran bulanan

Aku pernah berpikir kalau anggaran bulanan itu cuma cocok buat orang yang penghasilannya besar. Kayak, buat apa bikin anggaran kalau uang yang masuk tiap bulan saja sudah pas-pasan? Toh, ujung-ujungnya juga habis.

Ya elah. Masalahnya tuh bukan dananya sedikit atau banyak sih, Sobat Cuan-ku. Asal kalian tahu saja nih ya.  Yang berpengaruh tuh justru gimana cara kalian mengelola dananya.

Makanya, jangan heran kalau ada yang penghasilannya nggak cukup buat sebulan! Kabar buruknya, dia sama sekali nggak menyadari kemana saja aliran dananya melayang selama ini.

Biar nggak buta-buta banget soal pembelanjaan duit kalian, saranku mending kalian buat dah tuh anggaran bulanan. Bagaimana cara membuat anggaran bulanan akan kukupas tuntas dalam artikel ini ya.

Anggaran Bulanan Versiku

Kalau ada yang bertanya seperti apa anggaran bulanan versiku, jawabannya sederhana. Aku menganggap anggaran kayak peta perjalanan uang.

Kalian buka peta ‘kan pas sudah punya tujuan. Tinggal menentukan kalian mau lewat mana saja untuk menuju arah itu. Terus, kalian naiknya apa?

Sama juga halnya dengan anggaran. Kalian punya tujuan finansial. Tinggal ajak tuh dana kalian melewati kategori-kategori dalam tiap anggaran, misalnya kebutuhan sehari-hari, tabungan, hiburan, dan lain-lain sesuai kebutuhan.

Dengan begitu, setiap sen yang kalian miliki jelas kemana saja arahnya. Nggak ada lagi ceritanya, kalian bingung soal duit yang kayaknya terasa cepat habis.

Oh iya, Sobat Cuan-ku jangan merasa kalau anggaran bulanan akan membatasi diri untuk menikmati hidup. Sama sekali bukan itu tujuan dan maksud pembuatannya.

Aku pribadi merasa kalau anggaran bulanan membuatku bisa menikmati pengeluaran tanpa rasa bersalah. Ya gimana. Wong aku sudah merencanakan keuanganku sejak awal kok.

Kenapa Bikin Anggaran Bulanan itu Penting?

kenapa membuat anggaran bulanan penting

Anggaran bulanan tuh sama kayak perencanaan keuangan. Sama kayak budgeting kalau di perusahaan. Terus, kenapa ini penting?

1. Memahami Kemana Aliran Dana

Sering banget ‘kan kalian merasa kayaknya nggak banyak belanja, tapi kok saldo rekening tiba-tiba tinggal sedikit.

Ini tuh kejadian kalau nggak punya perencanaan finansial. Mau apa, tinggal beli. Ketemu yang lucu dikit, langsung checkout. Mana kepikiran sama kebutuhan untuk besok lusa, minggu depan, atau tagihan akhir bulan.

Beda cerita kalau kalian punya anggaran bulanan. Pengeluaran kecil yang terlihat sepele sebelumnya akan terasa bernilai. Contoh, jajan, kopi, langganan aplikasi yang jarang terpakai, dan lain-lain.

Intinya, kalian jadi tahu kemana saja perginya uang kalian. Buat beli atau bayar apa saja. Track record-nya lebih jelas.

2. Menghindari Pengeluaran Impulsif

Promo flash sale 7.7 baru saja lewat. Kalian sudah checkout apa saja tuh? Benar-benar kepake atau beli cuma karena barangnya lucu doang?

Buat yang nggak punya anggaran bulanan sih nggak akan kepikiran masih ada tanggungan apa lagi. Kalau pingin beli, ya sudah checkout saja.

Baca juga:  Nggak Usah Panik! Ini Cara Menggunakan BPJS Kesehatan

Tapi, kalau sudah punya budgeting bulanan, maka kalian pasti akan memastikan dulu ketersediaan dana dalam anggaran sebelum beli.

Kalau sudah habis ya sudah. Nggak usah maksa beli. Apalagi pakai paylater. No no ya, Sobat Cuan-ku!

3. Bantu Mencapai Target Finansial

Pingin beli rumah, ganti gadget atau kendaraan baru, mungkin juga kalian butuh liburan, tentu pakai dana yang nggak sedikit. Emang cukup penghasilan sebulan?

Tanpa anggaran, target keuangan kayak begini cuma mandek di mimpi. Entah kapan bakalan nangkring di garasi tuh mobil, Sobat Cuan-ku.

Dengan anggaran yang jelas, kalian bisa tahu berapa nominal yang perlu kalian sisihkan setiap bulannya biar tujuan finansial-nya tercapai.

4. Siap Menghadapi Keadaan Finansial yang Nggak Terduga

Siapa generasi milenial yang masih inget sama jargon, life is never flat? Iklan apaan sih itu?

Hidup memang penuh kejutan. Ibarat kata, motor bisa tiba-tiba mogok butuh servis, ada keluarga yang sakit butuh biaya perawatan, atau laptop yang mendadak bermasalah.

Kalian bakalan tetap anteng kalau sudah menyiapkan dana cadangan dalam anggaran sejak awal. Tinggal bawa motor ke bengkel, ajak keluarga berobat, dan ganti atau servis laptop deh.

5. Mengurangi Stres Karena Masalah Finansial

Menurut Sobat Cuan-ku, apa sih yang biasanya menyebabkan stres kebanyakan orang? Salah satunya mungkin karena kalian nggak tahu kondisi keuangan sendiri. Benar nggak?

Makanya, bikin dah anggaran bulanan. Aku yakin rasa cemas kalian pasti berkurang. Soalnya, kalian bisa melihat kondisi keuangan dengan lebih jelas.

Meskipun mungkin belum sempurna. Paling nggak kalian tahu apa yang harus diperbaiki. Semisal, pendapatan kalian kurang, gampang buat cari anggaran mana yang bisa kalian pangkas.

Persiapan Sebelum Membuat Anggaran Bulanan

Mengingat betapa pentingnya anggaran bulanan, membuatnya tentu butuh persiapan yang matang. Iya nggak, Sobat Cuan-ku? Apa saja persiapannya?

1. Hitung Total Pemasukan

sumber penghasilan blogger

Kalian harus tahu benar berapa jumlah uang yang akan kalian gunakan dalam sebulan. Oleh karena itu, mulailah dengan menghitung seluruh pemasukan yang kalian terima setiap bulan, misalnya:

  • Gaji utama.
  • Bonus.
  • Penghasilan freelance.
  • Bisnis sampingan.
  • Pendapatan investasi atau sumber lainnya.

Terus gimana yang penghasilannya nggak tetap? Gampang. Kalian bisa gunakan rata-rata pemasukan selama beberapa bulan terakhir biar anggarannya lebih realistis.

2. Catat Seluruh Pengeluaran Rutin

Setiap orang, baik itu yang masih single atau berkeluarga, pasti punya kebutuhan. Biasanya, kebutuhan ini sifatnya tetap. Yah, paling adalah kebutuhan musiman yang muncul kadang-kadang.

Yang jelas, untuk membuat anggaran bulanan tuh kalian juga harus tahu pasti apa saja daftar pengeluaran rutin. Misalnya:

  • Makan.
  • Listrik.
  • Air.
  • Internet.
  • Transportasi.
  • Cicilan.
  • Pulsa.
  • Langganan aplikasi.

Semakin lengkap catatan pengeluaran kalian, maka akan semakin mudah kalian menyusun anggaran.

3. Identifikasi Pengeluaran yang Sering Bikin Anggaran Jebol

Setelah itu, coba kalian berani untuk jujur pada diri sendiri. Pengeluaran apa sih yang paling sering membuat uang cepat habis?

Mungkin kalian karena terlalu sering membeli kopi. Atau mungkin sering belanja online. Setiap hari kudu nongkrong sepulang kerja. Atau siapa tahu kalian sering tergoda diskon.

Harapannya, saat sudah tahu dengan pasti kebiasaan ini, kalian bisa menentukan batas pengeluaran yang lebih masuk akal.

Cara Membuat Anggaran Bulanan yang Realistis

Perkara bikin anggaran tuh memang mudah. Pake angka asal-asalan pun jadi. Tapi, ‘kan percuma kalau hanya menjual mimpi.

Gimana langkah-langkah membuat anggaran bulanan yang realistis?

1. Tentukan Tujuan Keuangan

Tujuan keuangan ini maksudnya sih biar kalian bisa konsisten bikin dan taat sama apa yang sudah kalian rencanakan. Bebas apa saja sih tujuannya. Misalnya:

  • Umroh atau haji.
  • Melunasi utang.
  • Ganti kendaraan.
  • Dan lain-lain.
Baca juga:  Tips Mencapai Work-Life Balance

2. Kelompokkan Pengeluaran

Pengeluaran bulanan tuh bukan cuma satu atau dua hal saja. Banyak banget. Apalagi kalau kalian banyak maunya.

Makanya, aku sih biasanya membagi pengeluaran jadi beberapa kelompok. Contohnya:

  • Kebutuhan pokok.
  • Kewajiban atau cicilan.
  • Tabungan dan investasi.
  • Hiburan.
  • Dana darurat.

Kalian bebas kelompokkan sesuai kebutuhan saja. Dengan pengelompokkan begini, kalian akan lebih mudah memantau anggaran.

3. Sisihkan Tabungan di Awal

Kebanyakan orang akan menabung kalau ada sisa uang. Sayangnya, yang terjadi keseringan nggak ada uang yang tersisa.

Makanya, mending kalau sudah ada anggaran buat tabungan dan investasi, kalian langsung pindahkan dananya begitu terima penghasilan. Pisahkan dana tabungan dengan anggaran lainnya.

Dengan begitu, peluang untuk mencapai target keuangan akan jadi lebih besar.

4. Berikan Ruang untuk Hiburan

Bikin anggaran sih bikin anggaran. Tapi, jangan terlalu ketat juga kali ya! Soalnya, biasanya yang kayak begitu tuh akan sulit kalian pertahankan. Sobat Cuan-ku mana yang tahan tanpa hiburan sama sekali? Iya nggak?

Nggak ada salahnya kok tetap menyediakan dana untuk hiburan, kayak nongkrong bareng teman, menonton film, membeli novel, atau menikmati hobi.

Yang penting, nominalnya sudah kalian rencanakan sejak awal. Bukan yang sembarangan keluar duit buat have a fun.

5. Sisakan Dana Nggak Terduga

Selalu siapkan ruang untuk kebutuhan yang nggak terduga. Kita sering menyebutnya sebagai dana darurat.

Jumlah dana darurat yang ideal tergantung sama status kalian. Misalnya:

  • single 3-6 kali total pengeluaran bulanan. 
  • berkeluarga tapi belum punya anak 6-9 kali total pengeluaran bulanan.
  • berkeluarga dan sudah punya anak bisa 9-12 kali total pengeluaran bulanan.

Total dana darurat ini nggak harus kalian siapkan sekaligus ya. Bisa kok kalian sisihkan setiap bulan.

Nominalnya nggak harus besar, tapi keberadaannya bisa sangat membantu ketika muncul pengeluaran mendadak.

6. Gunakan Metode Anggaran yang Sesuai

Ada banyak metode anggaran yang bisa kalian gunakan. Pilih yang sesuai sama kondisi finansial kalian ya!

Kalau memang cocok menggunakan metode 50/30/20, silahkan. Nyaman pakai sistem amplop, boleh. Kalau aku sudah terbiasa membagi persentase pendapatanku ke setiap kategori pengeluaran.

Kalian nggak perlu memaksakan satu metode tertentu. Pilih yang paling mudah kalian jalankan secara konsisten saja.

7. Review dan Evaluasi Setiap Bulan

Punya anggaran bukan berarti kalian saklek mengikuti itu ya. Butuh yang namanya evaluasi.

Kali aja ada pos yang terlalu besar dan bisa kalian kurangi. Atau mungkin ada target yang belum tercapai dan butuh untuk segera. Kayak gitu-gitulah.

Evaluasi ini buat bikin anggaran bulan berikutnya menjadi lebih baik.

8. Bila Sudah Berkeluarga, Susun Anggaran Bulanan Rumah Tangganya Bareng Pasangan

Aku tahu banget, istri tuh ibarat manajer keuangan dalam keluarga. Tapi eh tapi, kataku sih sebaiknya kalian libatkan pasangan dalam menyusun anggaran.

Diskusikan dah tuh pemasukan, kebutuhan keluarga, target menabung, sampai prioritas keuangan.

Percayalah! Komunikasi terbuka begini akan sangat membantu kalian untuk mengurangi potensi konflik karena masalah keuangan.

Contoh Anggaran Bulanan Sederhana

Misalnya ya, kalian punya penghasilan sebesar Rp6.000.000 all in setiap bulan, baik itu dari gaji, freelancer, dan usaha lainnya. Pokoknya all in.

Kalau sesuai dengan metode yang kugunakan yaitu membagi penghasilan berdasarkan persentase masing-masing kategori, maka anggaran bulanan itu akan seperti ini:

contoh anggaran bulanan

Angka-angka yang ada di tabel itu hanya contoh ya. Tapi, kalian bisa jadikan tabel ini sebagai patokan. Tinggal menyesuaikan dengan kondisi, jumlah anggota keluarga, hingga target keuangan masing-masing.

Baca juga:  Apa Itu Frugal Living? Gaya Hidup Hemat yang Bikin Lebih Tenang

Adakah Nominal Anggaran Bulanan yang Layak?

Menurutku, nggak ada angka yang benar-benar ideal dan berlaku untuk semua orang.

Ibaratnya begini, orang yang tinggal sendiri tentu punya kebutuhan yang berbeda dengan keluarga yang punya dua anak. Begitu pula antara karyawan, freelancer, dan pelaku usaha yang penghasilannya nggak menentu setiap bulan.

Aku cuma mau bilang, kalian jangan terlalu sibuk membandingkan anggaran punya orang lain. Yang lebih penting adalah memastikan anggaran tersebut sesuai dengan kemampuan finansial dan tetap membantu kalian untuk mencapai tujuan keuangan.

Semisal, nanti kondisi berubah, kayak penghasilan meningkat atau kebutuhan bertambah, jangan ragu menyesuaikan anggarannya. Anggaran bulanan memang seharusnya fleksibel mengikuti fase kehidupan.

Pada akhirnya, membuat anggaran bulanan bukan soal menjadi pelit atau membatasi diri. Justru dengan mengetahui ke mana uang akan digunakan, kalian bisa mengambil keputusan finansial dengan lebih tenang dan percaya diri.

Kalau kalian sedang belajar membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat, membuat anggaran bulanan bisa menjadi langkah awal.

Setelah itu, kalian juga bisa mempelajari cara mengatur keuangan pribadi agar pengelolaan uang menjadi semakin terarah dan tujuan finansial lebih mudah tercapai.

FAQ Seputar Cara Membuat Anggaran Bulanan

Apakah anggaran bulanan harus selalu sama tiap bulannya?

Nggak harus sih. Anggaran bulanan tuh akan lebih baik kalau bersifat fleksibel dan bisa kalian sesuaikan dengan kondisi keuangan saat itu. Misalnya, pas ada kenaikan penghasilan, bonus, atau kebutuhan tertentu seperti biaya pendidikan atau mudik, kalian bisa menyesuaikan alokasi anggarannya. Yang terpenting, setiap perubahan harus kalian rencanakan agar keuangan tetap terkendali.

Bagaimana cara membuat anggaran bulanan kalau penghasilannya nggak tetap?

Jika penghasilan kalian berubah-ubah setiap bulan, gunakan rata-rata pemasukan selama tiga hingga enam bulan terakhir sebagai acuan. Selain itu, prioritaskan kebutuhan pokok terlebih dahulu, lalu sisihkan sebagian untuk dana darurat. Ketika memperoleh penghasilan lebih besar dari biasanya, hindari langsung menaikkan gaya hidup dan manfaatkan kelebihannya untuk tabungan atau investasi.

Berapa persen gaji yang sebaiknya ditabung?

Nggak ada aturan yang mutlak. Berapapun nggak masalah. Banyak orang menggunakan patokan sekitar 10–20% dari penghasilan untuk ditabung atau diinvestasikan. Namun, jika kondisi keuangan belum memungkinkan, mulailah dari nominal yang sanggup kalian sisihkan secara konsisten. Menabung sedikit tetapi rutin biasanya lebih baik daripada menargetkan jumlah besar tetapi sulit dipertahankan.

Apa bedanya anggaran bulanan dengan mencatat pengeluaran?

Kalian membuat anggaran bulanan sebelum kalian menggunakan uangnya. Tujuannya adalah merencanakan ke mana uang akan dialokasikan. Sementara itu, kalian membuat catatan pengeluaran setelah transaksi terjadi untuk mengetahui uang benar-benar digunakan untuk apa. Keduanya saling melengkapi. Anggaran membantu kalian membuat rencana, sedangkan catatan pengeluaran membantu kalian mengevaluasi apakah realisasinya sudah sesuai.

Apakah anggaran bulanan tetap diperlukan meski penghasilannya kecil?

Justru semakin terbatas penghasilan yang kalian miliki, anggaran bulanan menjadi semakin penting. Dengan anggaran, kalian bisa menentukan prioritas kebutuhan, menghindari pengeluaran yang kurang penting, dan mulai menyisihkan dana meskipun jumlahnya nggak besar. Nominal penghasilan memang berpengaruh, tapi kebiasaan mengelola uang juga memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan finansial.

Lebih baik membuat anggaran bulanan secara manual atau menggunakan aplikasi?

Keduanya sama-sama baik. Jika kalian lebih nyaman menulis di buku catatan atau spreadsheet, cara tersebut sudah cukup efektif. Namun, jika ingin proses pencatatan lebih praktis, kalian bisa memanfaatkan aplikasi pengelola keuangan. Pilihlah metode yang paling mudah digunakan agar kalian bisa konsisten menjalankan anggaran setiap bulan.

By Yuni

Seorang blogger yang suka membaca dan menulis. Lebih suka menulis tentang gaya hidup dan belajar tentang mengelola keuangan dan membagikan apa yang sudah dipelajari dalam tulisan

21 thoughts on “Cara Membuat Anggaran Bulanan yang Realistis agar Keuangan Lebih Terkendali”
  1. Sebagai menteri keuangan di dalam rumah tangga, saya juga menerapkan pola anggaran pengeluaran ini. Dan yang saya utamakan adalah membayar utang
    Setelah menyisihkan untuk tabungan saya fokus ke membayar utang, biaya sekolah anak dan transportasi suami
    Selebihnya saya bisa menyesuaikan
    Alhamdulillah terasa sekali hasilnya
    Saat mau beli apa, saya lihat lagi anggaran yg udah dibuat ini masuknya ke kebutuhan bukan sih?
    Kalau bukan? Ya stop. Saya harus mentaati itu
    Karena itu Alhamdulillah utang terbayar sekarang tinggal fokus ke tabungan dan biaya pokok lainnya
    Semoga berapapun pendapatan kita tetap bisa mensyukurinya dan memanfaatkannya sebaik mungkin ya…

  2. ah aku setuju sama postingan ini. Kadang pengeluaran jadi melebihi pemasukan dan kalau udah gitu baru puyeng and be lyke, kemana saja ya gajikuuuh? Kok tahu2 sudah segini? Nah, kadang kita lupa bahwa ada cicilan atau iuran wajib tiap bulan, misalnya bayar premi asuransi, internet, listrik. Atau malah langganan layanan streaming tv atau spotify. Kalau ada catatan pemasukan dan pengeluaran, akan lebih jelas buat kita. Malah kita bisa jadi lebih teratur membuat rencana, misalnya beli baju atau traveling. Dan gak lupa juga menyediakan dana darurat dari pemasukan tersebut.

  3. Ini betuuuuul bangettttt 👍👍. Mungkin karena basic keluargaku itu pengusaha ya mba, jadi aku dan adik2 dididik untuk bisa ngatur uang dari sejak SD.

    Jadi, kalau temen2 di masa itu dikasih uang harian, kami tuh dikasihnya bulanan Ama papa dr kelas 2 SD. Dan itu harus dicatat. Apapun pengeluaran yg kami keluarkan , harus ada catatannya.

    Dan akhir bulan, papa akan liat catatan kami, sesuai ga uang yg dia kasih, dengan pengeluaran. Balance ga nominalnya. Kalau ada sisa, jumlahnya harus benar. Kalau sampe di catatan ada sisa uang, tapi faktanya ga ada, papa akan pertanyakan, kemana uang itu 😄.

    Krn dr kecil kami sudah dididik begitu, itu jadi terbawa sampe kami kuliah di luar, balik Indonesia, dan pegang uang sendiri.

    Krn jadi terbiasa. Aku tuh boros banget, tp setidaknya aku tahu kemana uangku pergi. Krn catatannya ada. Dan bener, aku ga pernah belanja nunggu flash sale, Krn semua yg aku mau beli, hrs ada budget dari awal. So ga perlu nunggu flash2 segala. Asalkan budget ada, aku pasti LGS beli.

    Kalau bicara emergency cash, ini udh dari awal aku prepare. Dan dalam bentuk sesuatu yg anti inflasi, mudah dicairkan. Jadi aku memilih emas digital dan emas batangan. Itu emergency cash ku.

    Kenapa emas, Krn nilainya cendrung naik, dan ga mudah digoyang inflasi. Makin lama, akan makin tinggi. Kalau aku mengumpulkan emergency cash pakai RUPIAH, Anggablah sudah terkumpul nominalnya, tp 10 THN akan DTG, pasti nominal itu ga akan bisa cover pengeluaran ku.

    Makanya utk emergency aku LBH suka pakai emas. Targetku yg tadinya bisa cover 12 bulan, dengan nilai emas skr, malah bisa mengcover 3 tahun . Krn naik nilainya

    Tapi untuk investasi, better yg lain. Jadi rupiah memang aku simpan hanya untuk pengeluaran bulanan dan harian.

    Anak2ku udh aku ajarin cara manage keuangan, dengan cara sama seperti papa dulu ngajarin kami. Itu supaya mereka terbiasa untuk atur keuangannya saat dewasa nanti

  4. Terasa sekali sih pentingnya bikin perencanaan keuangan begini setelah sering banget kebingungan sendiri pas akhir bulan. Uangnya lari ke mana aja rasanya ga kelihatan, tahu-tahu dompet tipis.
    Mulai sekarang coba deh catat pemasukan sama pengeluaran rutin tiap bulan. Biar pas gajian turun, kita sudah tahu pos mana aja yang harus didahulukan. Jadi hidup juga lebih tenang tanpa harus pusing mikirin tagihan mendadak.

  5. Kalau anggaran bulanan tidak dibuat, Bila-bila entah kemana itu si cuan berlari. Kalau tercatat rapi, bisa dievaluasi hal apa yang membuat pengeluaran kok bisa naik, dan apa saja yang mendatangkan pendapatan. Sehingga ada yang bisa direm dan diteruskan

  6. bagian “kok saldo tiba-tiba tinggal sedikit” ini terasa dekat sekali. Kadang merasa tidak belanja banyak, tapi setelah dipikir-pikir ternyata ada saja pengeluaran kecil yang kalau dikumpulkan jadi lumayan besar. Saya juga suka pengingat bahwa menabung jangan selalu menunggu sisa uang, karena kalau menunggu sisa biasanya malah tidak bersisa. Hehe. Menurut saya, bagian yang paling realistis justru soal tetap menyediakan anggaran untuk hiburan. Soalnya kalau terlalu ketat juga malah susah konsisten. Setelah baca artikel ini, jadi merasa budgeting itu bukan sekadar membatasi pengeluaran, tapi supaya kita lebih tahu uang kita sebenarnya dipakai untuk apa dan bisa lebih tenang menghadapi kebutuhan yang datang tiba-tiba. Kayaknya mulai sekarang saya perlu lebih rajin mencatat pengeluaran kecil juga nih.

  7. Alhamdulillah, sudah sejak lama, segala pengeluaran berusaha saya catat secara detail. Apalagi kan sekarang bisa pakai aplikasi Android. Saya jadi bisa tahu grafik pendapatan dan pengeluaran, ke mana saja larinya uang, dan jenis belanjanya. Lebih praktis, mudah, dan nyaman daripada harus mencatat manual di buku tulis.

  8. Bermanfaat banget nih artikel terkait pentingnya menyusun anggaran bulanan. Secara, kalau nggak ada anggaran bulanan yang terstruktur kita tuh rawan implusif. Padahal in tuh economy, penting pake banget kelola keuangan dengan bijaksana dan berkesadaran.

    Metode anggaran bulanan pun harus ditemukan yang paling pas. Semoga saja dengan usaha mengatur dan mengelola serta menyusun Anggaran bulanan, bisa bikin keuangan lebih terkontrol, tercatat jelas, dan jadi bahan evaluasi kedepannya. Punya tabungan dan dana darurat pun amat penting sekali nih. Jangan sampai kantong jebol dan nggak ada simpanan sedikitpun. Agak berisiko dan ngeri soalnya.

  9. Benar sekali ini, Mbak. Saya pun sering mengalami. misalnya bulan ini rezeki lumayan, tapi kok merasa tiba-tiba habis. Padahal ga beli apa-apa. Ternyata masalahnya di pengaturan anggaran ya. Dana sekian, tapi ga dianggarkan, yaga ada tujuan. apalagi kalau ga dicatat. Akhirnya bingung, eh beli apa saja ya.terus ternyata yang dibeli bukan kebutuhan, tapi hanya keinginan.

  10. Bagus banget kak tipsnya. Ini salah satu ilmu yg ga diajarin di sekolah tuh. Pdhl ilmu mengatur keuangan ini sgt penting. Bukan utk menjadi kaya tapi bs mengatur keuangan agar kita bs mencukupi segala kebutuhan. Kalo bs kaya sih bersyukur bgt. Soalnya ini kan ilmu ga pasti. Kalian bs sesuaikan dgn kondisi sendiri2.

    Tp pada prinsipnya, jgn sampe pengeluaran melebihi pemasukan. Utamakan fungsi, bkn gengsi ya. Dan jgn lupa selalu potong duit pemasukan dulu buat tabungan. Jgn kebalik, tabungan malah di akhir. Ga kaya2 dong kita nanti. Hehe

  11. membuat anggaran bulanan ini memang membantu banget dalam pengelolaan keuangan ya. kalau aku pribadi setiap bulan memang selalu bikin review pengeluaran sih jadi tahu tiap bulan itu berapa pengeluaran buat rumah tangga atau untuk keperluan pribadi. Kalau untuk nabung paling oke pakai tabungan rencana atau yang autodebet gitu kayaknya jadi kan nggak bakalan lupa nabung jadinya tiap bulan

  12. Memang bahasan anggaran bulanan ini penting banget, apalagi kadang pengeluaran kecil justru yang diam-diam bikin budget bocor alus sampe tambal tambal. Kalau urusan keuangan dibahas dengan cara yang sederhana begini, jadi lebih mudah dipraktikkan. Tinggal konsisten mencatat dan evaluasi tiap bulan ya. Heuheu, dan tantangannya di situ sih ya. Konsistensi

  13. Alhamdulillah selama ini kami juga menerapkan pola anggaran keuangan. Jadi setiap awal bulan langusng dibagi ke pos masing-masing. Jadi kalau ada situasi yang tidak terduga misalnya ada kelkuarga sakit dll tidak gelagapan. Sebenarnya sekalian mengajari anak-anak juga sih, supaya mereka bisa memiliki contoh langsung. Dengan begitu akhirnya juga bisa jauh dari utang dan pemborosan, tetap bisa nabung meskipun tidak langsung dalam jumlah besar.

  14. Saya pun awalnya yang termasuk merasa tak perlu membuat anggaran, karena anggaran bulanan itu untuk yang uangnya berlebih. Tapi setelah dicoba, ternyata memang sangat membantu sekali cash flow keuangan keluarga.

    Dari sana jadi cukup tertata data keuangan, termasuk untuk apa saja dana-dana tersebut dikeluarkan. Akhirnya pas akhir bulan tak heran lagi kemana saja uang kita mengalir karena semua tercatat dengan baik

  15. pengelolaan anggaran penting banget agar semua bisa sesuai dengan budget yang tersedia. Agar jangan sampai pendapatan lebih kecil dari pengeluaran. jangan sampai besar pasak daripada tiang. Utamakan pengeluaran utama dan wajib tekan pengeluaran yang tidak begitu perlu seperti jajan dan makan di luar….ini lumayan efektif,,,lho untuk menekan pengeluaran.

  16. Bener banget, salah satu yang sering banget kejadian tuh belanja impulsif. Lihat diskon atau HarBolNas udah langsung deh jarinya cepet banget ceki². 😓

    Makanya strateginya biasanya aku tiap bulan mesti atur budget belanja OL. Posnya udah sendiri, nggak jadi satu sama pos lain. Kalau jadi satu bisa kepake dan nggak kerasa. 😭

  17. Membuat anggaran dan evaluasi berkala itu emang penting. Biar lebih mudah mengatur keuangannya. Nggak jebol di tengah jalan.

    Selain bikin anggaran, mencatat rutin juga sangat penting untuk tahu pola konsumsi kita.

  18. Membuat rancangan anggaran keuangan keluarga ini emang susah2 gampang yaa. Keknya intinya nomer satu di disiplin, apalagi di era sekarang, kalau ada duit jangan langsung dijajani, bisa habis raib nggak bersisa.
    Membuat anggaran sangat penting supaya ada perkiraan uangnya dikeluarkan atau sebaliknya disimpan di pos2 mana saja.
    Adanya anggaran ini, apalagi kalau yang dibuat selama sebulan ke depan juga bisa menjadi bahan evaluasi penggunaan keuangan dan bisa menemukan titik2 boncos yang sebenarnya bisa ditambal yaa.
    Setuju banget, nggak ada patokan anggaran yang OK kek gimana karena kebituhan setiap orang berbeda.
    Apalagi kalau freelancer yang nggak punya pendapatan tetap, kudu lebih rajin dan disiplin lagi supaya uang yang ada nanti bisa ditabung jadi aset dan nggak habis gitu aja.

  19. keren mbak Yuni contoh pengaturan keuangannya sampai detail seperti itu sehingga lebih mudah diaplikasikan.
    saya termasuk tipe orang yang lebih suka menganggarkan dana karena lebih nyaman dan pasti aja, sekaligus bisa memudahkan saya untuk pengaturan dana jangka panjang
    jumlah banyak atau sedikit pemasukan itu bisa disiasati kok, yang penting tahu batasan antara keinginan dan kebutuhan

  20. Tipsnya sunggah lengkap dan detail banget mbak. Macam baca rangkuman dari buku keuangan yang pernah aku baca sebelumnya

    Aku beberapa kali nerapin hal hal di atas, tapi kurang konsisten, jadi kadang harus mengulang dari awal lagi, meski demikian, hal ini selalu aku bahas bersama suami

  21. kita harus tau apa rencana kita dengan anggaran-anggaran itu dan diusahakan untuk terus konsisten.
    Memang awalnya mungkin kayak sulit buat konsisten, tapi kalau kita rajin, pasti endingnya juga kita yang seneng dan kalau nanti butuh dana darurat juga mudah.
    perlu banget yang namanya rencana membuat anggaran bulanan, aku sendiri masih berusaha untuk konsisten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *